Over Kapasitas, Kapasitas 160 Napi Dihuni 334

29
OVER KAPASITAS. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Kabupaten Ciamis sudah over kapasitas. Lapas di Jalan Ir H Juanda itu kini dihuni 334 tahanan. Padahal idealnya bangunan tersebut dihuni 160 orang saja.

CIAMIS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Kabupaten Ciamis saat ini over kapasitas. Bangunan berkapasitas 160 orang kini dihuni 334.

Kepala Lembaga Pe­masyarakatan (Lapas) Klas II B Ciamis Fajar Nur Cahyono menjelaskan dari 334 warga binaannya itu, 10 diantaranya perempuan. Sisanya laki-laki.

Kondisi lapas yang over kapasitas, kata dia, bisa menjadi salah satu pemicu sebagian warga binaan bertindak di luar kebiasaan. Seperti halnya homoseksual di lapas pria dan lesbian di lapas wanita.

“Tetapi sejauh ini berdasarkan pemantauan di Lapas Ciamis hal itu tidak terjadi. Tidak ditemukan adanya indikasi perilaku menyimpang,” ujar Fajar kepada wartawan di ruangannya Jalan Ir H Juanda Kabupaten Ciamis.

Over kapasitasnya La­pas Ciamis, kata Fajar, menjadikan warga binaan mempunyai intensitas bertemu menjadi sering. Hal itu bisa memunculkan rasa empati atau simpati sehingga bisa saja menimbulkan seks menyimpang. Untuk menghindari hal itu, pihak lapas mengawasi dan melakukan pembinaan kepada para narapidana.

“Karena kalau mereka tak diawasi, tidak diajak bersosialisasi, interaksi, tentu merasa tidak diperhatikan, bisa berperilaku menyimpang,” ujarnya.

Pihak lapas, ujar Fajar, juga sering melakukan pembinaan di bidang kerohanian untuk para warga binaan. Seperti salat berjamaah dan pengajian-pengajian. Mereka pun mengoptimalkan pembinaan keterampilan bimbingan kerja dan olahraga seperti futsal, voli dan tenis meja dan kegiatan olahraga lainnya.

“Harapan kami dengan berbagai kegiatan yang baik dan positif dapat mencegah berperilaku menyimpang dan akan selalu berpikir positif,” tuturnya.

Cara lain agar para warga binaan berperilaku normal yaitu membuka akses agar keluarga mereka bisa berkunjung ke lapas. Jadwalnya, setiap Senin sampai Sabtu, warga binaan bisa bertemu keluarganya di lapas. Tentunya dengan pengawasan petugas lapas.

“Dari lapas juga sering membuka forum pengarahan dan sharing, bahkan mengumpulkan kepala kamar untuk menampung keluhan-keluhan penghuni dan permasalahan di Lapas Ciamis, termasuk perilaku mereka juga. Baik menampung keluhan mereka seperti kurang nyaman, boleh disampaikan juga kepada para petugas lapas. Intinya kami menerima kritik dan saran dari para warga binaan, selama penyampaiannya beretika dan baik, tentunya langkah mengayomi mereka diutamakan dan selalu diperlakukan baik, kepada semuanya,” ujarnya. (isr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.