Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.8%

20.5%

8.5%

66.2%

Over Kapasitas & tak Manusiawi, Lapas Tasik Harus Direlokasi

634
0

KOTA TASIK – Komisi I DPRD Kota Tasik menijau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas I B Tasikmalaya, Senin (15/06) siang.

Tujuannya itu guna memastikan kelayakan kondisi di Lapas. Ternyata lapas sudah over kapasitas dan tak manusiawi hingga harus direlokasi.

Ketua Komisi I DPRD Kota Tasik, Dayat Hidayat mengatakan, kini Lapas sudah lagi tempat penjara melainkan tempat pembinaan masyarakat.

Namun tempat pembinaan ini juga harus ditunjang dengan infrastruktur yang layak.

“Seperti harus tersedia masjid tempat olahrga dan lainnya, itu untuk pembinaanya,” katanya saat melakukan peninjauan kepada wartawan.

Terang dia, hasil peninjaunnya dari berbagai fasilitas penunjang lainnya yakni fasilitas tempat tinggalnya harus layak.

Untuk lapas kelas II B Tasikmalaya sendiri saat ini hanya memiliki luas 2.800 meter.

“Makanya penghuninya kalau tidak dititipkan ke Lapas lain sekitar 500 orang warga binaan sehingga sudah sangat kelebihaan,” terangnya.

Dayat menambahkan, warga binaan yang ada di Lapas saat ini sudah kelebihan.

Kamar yang ada saat ini yang seharusnya diisi 10 orang diisi 20 orang dan juga 9 orang diisi 18 orang.

“Itu sudah jauh dari layak dan tak manusiawi tempat pembinaan di Lapas Tasikmalaya ini,” tambahnya.

Melihat kondisi itu, kata Dayat, pemerintah Kabupaten Tasikmalaya harus lebih mempersiapkan fasilitas tempat pembinaan warga binaan itu.

“Lapas ini harus segera direlokasi agar mendapatakan fasilitas tempat pembinaan yang layak dan menjadikan warga binaan lebih baik,” sarannya.

Dayat melihat, kondisi lapas yang operload ini sangat beresiko di massa Covid-19 karena warga binaan tidak layak berada satu ruangan berhimpitan.

“Namun Alhamdulilah ada dua orang yang memang reaktif tetapi sudah ditangani, satu sudah hasilnya negatif dan satu orang masih diisolasi karena hasil swab-nya masih belum turun,” jelasnya.

Kepala Lapas II B Tasikmalaya, Sulardi menuturkan, kondisi lapas Tasikmalaya memang saat ini sudah tidak layak.

Dan itu sudah disampaikan kepada Komisi I DPRD Kota Tasik. “Seperti yang sudah kita sampaikan yakni sudah kelebihan warga binaan atau over kapasitas,” tuturnya.

Tukas dia, saat ini Tasikmalaya harus memiliki lapas yang ideal agar tujuan dari pembinaan itu lebih optimal.

“Lapas ini sebagai tempat pembinaan. Meski pembinaan itu terus kita laksanakan namun belum optimal karena tidak ada dukungan dari fasilitas,” jelasnya.

Sulardi menandaskan, untuk selama pandemi ini sudah ada keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) yakni asimilasi dan integrasi di rumah.

Asimilasi ini sudah diberikan terhadap 107 warga binaan.

“Sebeluam ada asimilasi hampir 500 warga binaan, sehingga akan tidak manusiawi. Sedangkan kapasitas warga binaan hanya untuk 88 orang sedangkan hari ini dihuni oleh 303 orang jadi kelebihan 300 persen” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.