Belum Tabayun dengan Ulama, Amien Rais Terkejut

PA 212 Tak Lagi Bersama Prabowo

45
0
REKONSILIASI. Presiden RI Joko Widodo bertemu dengan Prabowo Subianto di Stasiun MRT, Jakarta (13/7). Pertemuan tersebut bagian dari rekonsiliasi usai Pilpres 2019. Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK

JAKARTA – Joko Widodo dan Prabowo Subianto telah bertemu. Keduanya sepakat mengakhiri polarisasi. Tak hanya itu, mereka juga setuju tidak ada lagi istilah cebong dan kampret.

Menyikapi pertemuan tersebut, Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengaku kecewa. Karena itu, mereka menegaskan tidak lagi bersama Prabowo.

“PA 212 sudah kembali kepada khitahnya semula. Yaitu tidak lagi bersama partai mana pun. Tidak juga bersama Prabowo atau BPN (Badan Pemenangan Nasional). Kami bukan bagian dari apa yang Prabowo atau Jokowi sebut. Yakni cebong dan kampret. Buat kami, perjalanan perjuangan ini harus terus berlanjut,” kata juru bicara PA 212, Novel Bamukmin di Jakarta, Sabtu (13/7).

Dia menyatakan, PA 212 akan terus berjuang melawan kecurangan. Dia juga mengungkit kematian ratusan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

“Saya ulangi, kami sudah tidak lagi bersama Prabowo-Sandi. Selain itu, kami tidak bisa toleransi terhadap kecurangan. Bahkan, sampai terjadi korban nyawa. Baik itu tragedi berdarah 21-22 Mei 2019, atau meninggalnya 500 lebih petugas KPPS yang tidak wajar,” ujar dia.

PA 212, lanjutnya, akan tetap berada di barisan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Pihaknya menyebut tetap menunggu arahan Rizieq dan ulama. Mereka mengaku kecewa jika Prabowo belum tabayun dengan para ulama.

“Bila Prabowo Subianto melakukan dengan niat baik dan hasilnya baik untuk umat bangsa dan negara, alhamdulillah,” timpal Ketua Divisi Hukum PA 212, Hari Damai Lubis.

Namun, dia belum mengetahui apakah Prabowo sudah tabayun atau belum kepada ulama-ulama pendukung yang tergabung dalam Ijtimak Ulama. Jika belum, Hari mengaku kecewa.

“Sudah atau belum tabayun dengan para ulama pendukungnya. Kalau belum, kami selaku Kadivhum PA 212 kecewa. Mungkin sejatinya beliau kurang paham makna samina waatona yang pernah dinyatakannya dalam beberapa kesempatan,” tambah Hari.

Menanggapi sikap PA 212 itu, anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade mengatakan pertemuan Jokowi dan Prabowo merupakan pertemuan kebangsaan.

“Saya nggak mau menanggapi para pihak satu persatu. Yang jelas apa yang dilakukan Pak Prabowo ini hanya kepentingan kebangsaan, untuk pertemuan kebangsaan, hanya sebatas itu. Tidak ada udang di balik batu,” kata Andre menegaskan.

Dia menyampaikan, pertemuan itu sudah direncanakan setelah MK membacakan putusan sidang sengketa pilpres. Tim Prabowo dan Jokowi kemudian mengatur dan mencari waktu yang tepat.

“Pertemuan itu kan sudah direncanakan oleh Pak Prabowo dan Jokowi setelah MK. Kan ada tim yang mengatur. Alhamdulillah mereka berdua sudah menentukan waktu yang tepat untuk bertemu,” ucapnya.

Andre menegaskan, seharusnya pertemuan Jokowi dan Prabowo tersebut diapresiasi. Karena agenda utama pertemuan itu adalah agar Indonesia kembali rukun setelah Pilpres 2019.

“Kita apresiasi saja. Ini pertemuan kebangsaan untuk harapan Indonesia jadi guyub. Saya sebagai kader Partai Gerindra sangat apresiasi dengan yang dilakukan Pak Prabowo. Pertemuan ini menunjukkan beliau bukan hanya politisi, tapi seorang patriot dan negarawan,” kata dia.

Dia memastikan pertemuan itu tak terkait sikap politik Gerindra. Prabowo kemungkinan akan menyampaikan sikap politik resmi setelah Rakernas Gerindra pada Agustus mendatang. Selain itu, Prabowo akan menggelar silaturahmi dengan pendukung untuk menyerap aspirasi.

“Gerindra ada Rakernas pada Agustus nanti. Sikap resmi itu adalah domain Pak Prabowo sebagai ketum umum dan ketua dewan pembina. Yang jelas Agustus insyaallah Gerindra akan mengadakan Rakernas,” tuturnya.

PRABOWO KIRIM SURAT

Terpisah, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengaku tak tahu pertemuan Jokowi dan Prabowo. Dia akan menanyakan secara langsung soal pertemuan itu kepada Prabowo.

“Saya sama sekali belum tahu pertemuan itu. Makanya, mengapa kok tiba-tiba nyelonong?” ujar Amien di kediamannya di Condongcatur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (13/7).

Dia ingin mendengar penjelasan langsung dari Prabowo. Karena itu, Amien enggan berkomentar lebih banyak. “Saya akan tanya dulu apa betul pertemuan itu sudah membahas rekonsiliasi. Apalagi sampai membahas kursi dan lain-lain, tentu saya harus dengar langsung dari Mas Prabowo dulu,” kata Amien.

Namun, Amien dikabari oleh ajudannya di Jakarta bahwa Prabowo berkirim surat. Versi Amien, Prabowo mengirim surat dengan amplop tertutup. Karena itu, dia mengaku belum tahu isi surat Prabowo. Menurutnya, Senin mendatang, dia akan ke Jakarta untuk mengetahui lebih banyak soal pertemuan tersebut. (rh/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.