BNN dan TNI/Polri Gerebek Rumah Pembuatan Sumpit

Bangunan Pabrik Sumpit di Kawalu Kota Tasik yang Digerebek BNN Dikontrak Orang Cilacap

707
0
Istimewa PASANG POLICe LINE. Aparat memasang police line di rumah yang dijadikan pabrik obat terlarang jenis PCC di Kampung Awilega, RT/RW02/08 Kelurahan Gununggede Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya Selasa (27/11). rangga jatnika / Radar Tasikmalaya - rezza rizaldi / Radar Tasikmalaya.com
Loading...

TASIK – Label Kota Santri yang melekat sebagai julukan Kota Tasikmalaya semakin tercoreng. Setelah Selasa (26/11) sore, publik dikejutkan adanya penemuan rumah yang diduga dijadikan pabrik produksi obat terlarang, di Kampung Awilega, RT/RW02/08 Kelurahan Gununggede Kecamatan Kawalu.

Hal ini diketahui setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat bersama Polres Tasikmalaya Kota dan TNI menggerebek sebuah rumah yang dijadikan pabrik sumpit sekitar pukul 15.00.

Diduga, pabrik yang sudah beroperasi satu tahun lebih itu menjadi tempat pembuatan obat paracetamol, caffeine, carisoprodo (PCC).

Baca Juga : BNN Gerebek Pabrik Sumpit di Kawalu Kota Tasik, Diduga Jadi Pabrik Narkoba
Baca Juga : Pabrik Sumpit di Kawalu Kota Tasik Digerebek BNN, Ini Narkoba yang Diproduksinya..

Terlihat petugas BNN dan aparat TNI/Polri t keluar masuk sebuah rumah yang berlokasi di pinggir jalan raya.

Hadir di lokasi Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto SIK, Kasat Narkoba AKP Hamzah Badaru dan Kepala BNN Kota Tasikmalaya H Tuteng Budiman.

Petugas pun terlihat memasang garis polisi di area rumah tersebut, untuk mencegah warga tak berkepentingan keluar masuk. Sekitar pukul 20.00, petugas menggiring dua orang pria ke dalam mobil patroli polisi yang langsung meninggalkan lokasi melaju ke arah Mapolsek Kawalu.

Dari informasi yang dihimpun Radar, di dalam pabrik sumpit tersebut terdapat obat PCC dan beberapa jenis obat lainnya.

Loading...

Di lokasi pun terdapat tujuh mesin cetak obat, satu oven pemanas dan bahan baku pembuatan obat. Namun, aparat di lokasi enggan memberikan keterangan terkait apa yang terjadi di rumah tersebut.

Kepala BNN Kota Tasikmalaya H Tuteng Budiman pun mengaku belum bisa memberikan keterangan. Sebab, dirinya masih menunggu pejabat BNN Pusat.

“Nanti (memberikan keterangan, Red) sama deputi dari (BNN) Pusat, masih dalam perjalanan,” ujarnya saat hendak di wawancara wartawan kemarin.

Keberadaan petugas BNN dan kepolisian menjadi pusat perhatian masyarakat setempat yang mendatangi lokasi. Begitu juga dengan pengendara yang mendadak berhenti dan ikut melihat suasana di rumah tersebut.

Ketua Karang Taruna Gununggede Ajat Sudrajat (42) mengaku kaget saat mendapat informasi dari warga banyak petugas kepolisian BNN dan TNI/Polri di pabrik sumpit itu.

Keberadaan aparat penegak hukum tentunya membuat kecurigaan warga. “Sebelumnya, anak-anak enggak ada laporan, mungkin enggak ada yang curiga juga,” terangnya.

Salah seorang warga setempat, Juhari (50) mengatakan bangunan rumah itu milik keluarga H Oding yang disewakan kepada orang Cilacap.

Warga pun tidak begitu mengenal siapa pemilik usaha pabrik sumpit tersebut, karena kurang bersosialisasi dengan warga. “Tahunya mas mas aja, namanya enggak kenal,” tuturnya.

Di pabrik tersebut, kata Juhari, memang ada beberapa warga yang ikut dipekerjakan. Namun tidak pernah ada obrolan pembuatan obat atau sejenisnya sehingga warga tidak menaruh kecurigaan. “Ada warga sini juga, tiga orang perempuan yang kerja di situ, tapi enggak pernah bilang apa-apa,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.