Pabrik Semen Dilarang di Cimerak

290
0
Loading...

PARIGI – Setelah disetujui dan ditetapkannya Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pangandaran beberapa waktu lalu, Kecamatan Cimerak menjadi kawasan untuk industri besar. Namun dibatasi. Luasnya hanya 565 hektare.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan kawasan Cimerak merupakan kawasan industri besar yang menunjang pariwisata Pangandaran.

”Bukan pabrik motor, bukan pabrik semen atau sejenisnya,” ujarnya kepada Radar Kamis (24/5).

Sementara itu, menurut dia, beberapa waktu lalu pihaknya sudah mengeluarkan izin kepada investor yang akan membangun pabrik semen. Namun itu hanya sebatas izin eksplorasi.

”Jadi izinnya bukan izin eksploitasi,” tutur orang nomor satu di Pemkab Pangandaran ini.

Loading...

Menurut Bupati, izin eksplorasi itu sepenuhnya kewenangan bupati. Namun jika melihat Perda RTRW yang baru terbit, tidak mungkin Pemkab mengeluarkan izin eksploitasi.

”Sudah dijelaskan kan. Ukuran industri besar itu untuk wisata,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan apapun saat ini sudah terikat sepenuhnya kepada Perda RTRW.

”Perda ini kan acuan dari semua kebijakan. Jadi harus dipahami dan dimaklumi,” tegasnya.

Adapun soal evaluasi gubernur terkait RTRW, menurut dia, secepatnya akan diselesaikan.

”Ya dalam waktu dua mingguan lah, karena kita juga sedang mendorong kepada penilaian DOB (Daerah Otonomi Baru, Red) kita,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran, sebelumnya, menyiapkan kawasan Cimerak sebagai zona industri besar. Luasnya 565 hektare.

”Di situ (Cimerak, Red) tidak bisa dibangun pabrik semen. Tidak juga untuk pertambangan pasir besi,” ujar Ketua DPRD Iwan M Ridwan usai Rapat Paripurna Penetapan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pangandaran tahun 2018-2038 Selasa (22/5). (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.