Pabrik Sumpit di Kawalu Kota Tasik Digerebek BNN, Begini Kata Kawalu Institute

676
0

CIHIDEUNG – Adanya penggerebekan pabrik obat terlarang dengan modus pabrik sumpit, di Kelurahan Gunung Gede Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, menuai reaksi berbagai kalangan, terutama kawula muda.

Ketua Kawalu Institute, Miptah Hurrizqi menilai, kejadian di kampung kelahirannya, menjadi cambuk masyarakat dan seluruh stakeholder.

Menurutnya, hal itu terjadi akibat minim pengawasan dari pemerintah serta aparat keamanan dalam memperhatikan setiap aktivitas warganya.

“Apalagi ini sebuah perusahaan yang awalnya pabrik sumpit dan ternyata memproduksi barang haram. Tentu ini kecolongan telak bagi pihak pemerintah,” ucapnya kepada Radar, Rabu (27/11).

Pihaknya mengaku prihatin dengan adanya sebuah rumah yang di gerebek petugas BNN, Selasa (26/11) malam.

Dia mengetahui, kondisi rumah tersebut lama sekali tidak berpenghuni, bahkan sangat terlihat kumuh. “Akan tetapi kurang lebih 1 tahunan rumah itu di di perbaiki dan dihuni. Dan ini harus menjadi sebuah perhatian khusus tentunya bagi aparat keamanan khususnya pihak kepolisian, dan harus segera di evaluasi bersama antara pemerintah kepolisian jangan sampai terjadi kejadian seperti ini lagi,” kata Miptah.

Loading...

Mantan Aktivis PMII tersebut mengatakan, pembentukan tim pengawasan Perda Tata Nilai khususnya di wilayah kecamatan, perlu dimaksimalkan peranannya.

Jangan sebatas dibentuk, dan tidak menunjukan efektivitasnya terutama berkenaan hal semacam ini. “Kita minta peranannya bisa lebih maksimal. Ironis ketika kota ini memiliki visi relijius, maju dan madani sementara faktualnya ada temuan seperti ini,” keluh dia.(igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.