Pabrik Sumpit di Kawalu Kota Tasik Digerebek BNN, Ini Narkoba yang Diproduksinya..

1666
0
Mesin pembuat obat-obat terlarang yang berhasil diamankan BNN.

KOTA TASIK – Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Polres Tasikmalaya Kota dan TNI , Selasa (26/11) pukul 22.20 WIB, menuntaskan penggeledahan di sebuah rumah.

Tepatnya, di belakang pabrik sumpit di Jalan Raya Syeh Abdul Muhyi, RT 4, RW 8, Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu Kota Tasik.

Semalam, pihak BNN Pusat maupun BNN Kota Tasikmalaya belum bersedia berkomentar apapun. “Nunggu besok saja (hari ini, red), kita tak berwenang berkomentar. Iya (satu jenis narkoba, Red),” singkat Kepala BNN Kota Tasik, Tuteng Budiman kepada radartasikmalaya.com.

Sementara itu, pemilik rumah H Oding Rohendi menerangkan, rumahnya itu dikontrak selama 5 tahun oleh Johan (bukan warga Tasik).

Baca Juga : BNN Gerebek Pabrik Sumpit di Kawalu Kota Tasik, Diduga Jadi Pabrik Narkoba

“Saat ini baru 2 tahun berjalan kontraknya. Kalau pabrik sumpitnya baru beroperasi 9 bulan. Saya juga kaget (ada penggerebekan),” terangnya.

“Yang pasti yang ngontrak bilangnya jadi pabrik sumpit dari bambu. Lokasi pabriknya di belakang bangunan rumah itu. Sampai hari ini sumpitnya masih diproduksi. Pekerjanya biasa masuk jam 08.00 WIB dan pulang jam 16.00 WIB. Kebanyakan perempuan yang kerjanya, ada sekitar 20 orang dan kebanyakan warga sekitar sini,” sambungnya.

Dia mengaku tak menaruh curiga dengan aktivitas pabrik narkoba di dalam rumah itu. Karena rumah itu dijadikan tempat aktivitas administrasi pabrik.

“Tapi katanya mereka (para pekerja) tak boleh masuk. Hanya beberapa pria saja yang boleh masuk rumah itu,” bebernya.

Dia menambahkan, aktivitas di dalam rumah itu memang tertutup. “Memang sudah 2 minggu ada mobil yang sama bulak-balik melintasi jalan ini. Saya kira mau menculik anak. Ternyata jam 14.00 WIB BNN turun di depan rumah itu dan langsung melakukan penggerebekan,” tambahnya.

Dia menandaskan, tak mengetahui ada produksi narkoba jenis obat di dalam rumah yang dia kontrakan itu.

“Yang saya tahu tadi pekerja yang ditangkap Mas Joko (diduga tersangka) tapi bukan orang Tasik. Tapi ada penanggungjawab di pabrik itu kalau ga salah namanya Mas Johan, orang Cilacap. Beberapa hari lalu ada, tapi tak kelihatan hari ini,” tandasnya.

Sementara itu informasi yang radartasikmalaya.com himpun di lapangan, di dalam rumah itu terdapat beberapa ruangan yang disekat-sekat dan terdapat 1 kamar besar.

Diduga, 1 kamar besar itu dijadikan lokasi pembuatan obat itu. Tersiar kabar di lokasi kejadian, pil itu adalah PCC dan diduga pengedarnya masuk jaringan besar.

Modusnya memproduksi itu di dekat pemukiman warga dengan menyamarkan aktivitas utamanya menjadi pabrik sumpit dan tusuk sate.

Sedangkan pil PCC yang terlarang itu kabarnya siap edar dan masih dalam penghitungan pihak berwajib. Bahan baku pembuatannya juga diduga didapati pihak BNN di lokasi itu beserta mesinnya.

Sekadar diketahui, pil PCC atau akronim dari kata paracetamol, caffeine, carisoprodol adalah obat penahan sakit dan sakit jantung.

Carisoprodol sendiri sebenarnya adalah obat untuk kejang otot yang bila dikonsumsi berlebihan bisa menjadi relaksan. Pil ini sebenarnya harus dengan resep dokter dan dilarang dijual bebas.

(rezza rizaldi / radartasikmalaya.com)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.