PAC Kabupaten Tasik Tolak Iip Jadi Cawabup

1979
1

TASIK – Langkah Iip Miftahul Paoz untuk maju sebagai bakal calon di Pilkada Tasikmalaya 2020 menemui jalan terjal. Hal ini seiring adanya penolakan dari pengurus anak cabang (PAC) PKB Kabupaten Tasikmalaya terhadap putra pendiri Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haur Kuning, Salopa tersebut.

Seperti diketahui, Iip Miftahul Paoz diklaim sudah mendapatkan rekomendasi dari DPW PKB Jawa Barat untuk maju sebagai bakal Calon Wakil Bupati (Cawabup) di Pilkada Tasik.

Baca juga : Usai Dikeroyok 10 Pemuda, Begini Kondisi Anak Waketu DPRD Kota Tasik

Yang ditegaskan oleh Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jawa Barat KH Acep Adang Ruhiat dan Wakil Pengurus Tanfidziyah DPW PKB Jawa Barat H Oleh Soleh.

Namun rekomendasi tersebut, mendapatkan penolakan dari perwakilan ketua PAC PKB yang membentuk wadah Forum PAC PKB Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua PAC PKB Kecamatan Puspahiang, Dede Ruhiat menegaskan Forum PAC PKB dengan tegas menolak Iip dicalonkan maju sebagai cawabup dari PKB di Pilkada Tasik. “Karena para kader struktural partai tetap berharap, calon yang diajukan PKB merupakan kader struktural partai.

Apalagi Iip, tidak pernah menjadi pengurus di Ranting, PAC dan DPC. Kapan berjuang di PKB, kok ujug-ujug ingin maju dan direkomendasikan PKB,” ungkapnya kepada Radar, Senin (9/3).

Dede yang pernah menjadi caleg di Pemilu 2014-2019 itu mengatakan para kader di tingkat grasroot baik PAC dan DPC masih berpegang pada kesepakatan antara PAC, DPC, Fraksi PKB dan PCNU saat pertemuan di Aula PCNU beberapa waktu lalu. Bahwa PKB harus mencalonkan H Oleh Soleh sebagai bakal calon Bupati Tasikmalaya.

“Kalaupun Oleh Soleh tidak maju, dan harus Z2 dari PKB. Sosok kadernya tidak ada nama lain, kecuali Ketua DPC PKB Haris Sanjaya. Sehingga, kami menolak nama lain termasuk Iip,” tegas dia.

Ketua PAC PKB Kecamatan Cipatujah, Kurtubi mengungkapkan kader PKB akan menolak keputusan DPP PKB apabila merekomendasikan bakal calon yang tidak sesuai keinginan dari arus bawah. “Yang benar saja. Apa hitung-hitungannya memasang atau mendorong nama di luar struktur partai.

Sudah jelas, kalau mau memasang Z2 ada Pak Haris Sanjaya. Yang sudah berdarah-darah berjuang membesarkan dan mendirikan partai,” terang dia.

Apalagi, kata Kurtubi, PKB selama ini sering menyebut akan mengutamakan kader partai untuk di usung. Salah satunya dengan melakukan kegiatan pendidikan kader, PKP, PKM dan lainnya. “Mestinya dahulukan kader, rasakan hati kader.

Jangan pakai emosi dan dendam personal elite di atas. Sudah jelas pemetaannya. Acep Adang di DPR RI, Oleh Soleh di DPRD Provinsi, Pak Haris yang harusnya diusulkan jadi cawabup,” kata dia.

Untuk itu, sambung Kurtubi, kader PKB di tingkat bawah sudah merapatkan barisan dan solid bersama ketua DPC PKB (Haris Sanjaya, Red). Dan siap menolak pencalonan Iip di Pilkada. ”Sudah jelas menolak semuanya (pencalonan Iip, Red). Ada satu dua orang lah yang saya anggap menerima. Tetapi mayoritas menolak, cukup Pak Haris kalau akhirnya mencalonkan cawabup,” tambah dia.

Ketua Forum PAC PKB Kabupaten Tasikmalaya, Asep Hernandi menambahkan menyikapi pertemuan KH Acep Adang, Oleh Soleh, Iip Miftahul Paoz dan Iwan Saputra. Dirinya mewakili Forum PAC PKB tetap akan memperjuangkan kader terbaik untuk diusung di Pilkada 2020.

”Kami tetap akan sami’na waatha’na kepada orang tua di PCNU, bahwa Oleh Soleh sebagai cabup. Kalau endingnya harus Z2 dan Pak Oleh menolak, maka Haris Sanjaya yang maju. Insyaallah hanya nama itu,” tegas dia.

Asep mengaku merasa aneh ketika ada kader terbaik PKB yakni Haris Sanjaya, namun masih mempertimbangkan figur non kader. “PKB akan solid jika kader partai yang maju, sebab telah berjuang panjang di partai,” papar dia.

Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana mengatakan sikap DPC PKB menghargai respons dari kader dan PAC, terkait soal penolakan terhadap Iip Miftahul Paoz untuk direkomendasikan sebagai cawabup di Pilkada Tasik.

“Tentu (suara PAC, Red) harus menghargai dan dihormati, karena mereka merupakan simbol partai di level grassroot, yang selama ini berjuang membesarkan partai,” kata Usman.

Usman menambahkan siapapun pengurus PAC berhak menyampaikan tanggapannya, dan DPC menghargai apa yang mereka sampaikan. “Sejauh ini baik DPC serta Fraksi PKB senafas dengan semangat teman-teman PAC,” tuturnya.

Yakni, kata Usman, satu suara mendorong Ketua DPC PKB Haris Sanjaya untuk direkomendasikan, jika DPP memutuskan mengambil posisi cawabup. “Ketua DPC itu simbol kehormatan dan harga diri partai,” tegas Usman.

Apalagi, tambah Usman, Haris Sanjaya memiliki kualifikasi lebih dari sisi kapasitas dan kematangan dalam berpolitik. Serta telah berpengalaman mengurus organisasi kepartaian. “Saya kira PKB harus mempertimbangkan memilih kader organik (asli) dan tidak menjadi wacana semata,” ungkap dia.

Sebab, kata Usman, dengan memilih kader asli partai. Akan muncul ghirah atau semangat kebersamaan dalam membesarkan partai. “Maka dari itu, kita (DPC) memohon pertimbangan pengurus partai di atas, agar mendahulukan kader organik untuk direkomendasikan menjadi kandidat,” tandasnya. (dik)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Mau pasang cctv&pabx….?
    Hubungi:081323187187
    Kami juga melayani service panggilan cctv&pabx
    tasikcctv.com
    bengkelpabxtasikmalaya
    pabxtasikmalaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.