PAD Kabupaten Tasik dari Pariwisata Mulai Naik

124
0
SEKTOR WISATA. Objek Wisata Tonjong Canyon di Desa Nagrog, Cipatujah menjadi salah satu primadona pariwisata di Tasik Selatan. RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Pandemi Covid-19 memang berdampak terhadap berbagai hal, tanpa terkecuali pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tasikmalaya di tahun ini. Namun, memasuki akhir tahun PAD mulai merangkak naik, khususnya di sektor pariwisata.

Kabid Perencanaan dan Penetapan pada Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan (BPKPD) Kabupaten Tasikmalaya Soufian mengatakan, realisasi PAD hingga 24 September 2020 mulai merangkak naik.

Baca juga : Buruh Bangunan Warga Purbaratu Kota Tasik Tenggelam 3 Meter di Sungai Citaduy

“PAD bertambah sejak beberapa bulan ke belakang. Bahkan untuk PAD dari sektor pariwisata dalam satu bulan pernah mencapai Rp 50 juta.

Meningkatnya pajak daerah, terasa selama pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Di antaranya yang bersumber dari tempat hiburan, restoran dan wisata yang telah dibuka,” ujarnya kepada Radar, Kamis (24/9).

Kata Soufian, meski terdapat pelonggaran PSBB, wajib pajak pengusaha restoran, tempat hiburan, tempat wisata tetap wajib menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.

“Faktor ini, masih mempengaruhi pendapatan usaha dan berpengaruh pula terhadap setoran pajak dari sektor-sektor tersebut. Jadi meski sudah new normal, tetapi kondisinya belum pulih sepenuhnya,” katanya, menjelaskan.

Faktor lainnya, kata dia, yang turut menyebabkan belum bisa pulihnya penerimaan pajak daerah adalah terdapatnya beberapa wajib pajak yang sepenuhnya berhenti beroperasi akibat dampak ekonomi dari pandemi Covid-19.

Terlepas dari kondisi tersebut, Soufian mengaku terus menggencarkan operasional dari tempat hiburan, restoran maupun wisata dalam rangka mencapai target PAD yang tertuang pada APBD 2020. Adapun target PAD Kabupaten Tasikmalaya tahun ini mencapai Rp 282 miliar.

“Sebetulnya saat pandemi Covid-19 PAD dari semua sektor itu anjlok, terkecuali untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Tahun ini kami berencana memberikan stimulus berupa penghapusan sanksi dan denda hingga bulan November mendatang bagi wajib pajak yang memiliki denda dan belum bayar dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan catatan harus membayar pajak tahun ini hingga batas waktu yang telah ditetapkan pada November 2020,” ungkapnya.

Soufian menyebutkan, penurunan PAD sudah terasa sejak April lalu. Terutama dari sektor pajak hotel, wisata, restoran, hiburan serta retribusi parkir. Namun setelah new normal, sedikit demi sedikit warga mulai beraktivitas kembali.

Setelah beberapa restoran, tempat hiburan terutama pariwisata kembali dibuka, hal itu berdampak terhadap meningkatnya pendapatan pemerintah daerah.

Baca juga : Kisruh Proyek Jalan Lingkar Utara Kota Tasik

Di situlah PAD kembali berangsur normal secara perlahan, hingga diyakini jika kondisinya seperti ini maka PAD tahun ini tidak mustahil akan tercapai.

“Namun jika PSBB kembali diterapkan, apalagi sampai lockdown maka cukup sulit untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Maka kebijakan penanganan Covid-19 oleh pemerintah Kabupaten Tasikmalaya khususnya, sangat berpengaruh juga terhadap PAD,” kata Soufian, menambahkan. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.