PAD Rumah Makan Dinilai Belum Maksimal

47
0

INDIHIANG – Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, Rancangan Anggaran Pendapatan Pelanja Daerah (RAPBD) Pemkot Tasik 2019 mengalami perubahan.Hal itu ditegaskan dia dalam Rapat Paripurna Pengantar Nota Keuangan Perihal Penjelasan RAPBD 2019 di Ruang Paripurna Gedung DPRD Kota Tasik, Selasa (20/8).Ujar dia, di dalam APBD murni telah dirancang total nilainya Rp 2.018.103.028.242,05. “Angka ini mengalami defisit sebesar Rp 16.060.548.703,00 yang akan ditutupi dengan pembiayaan netto sebesar Rp 16.060.548.703,00,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com.Walaupun demikian, terang dia, target pihaknya tetap mewujudkan 0 Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) di APBD tahun ini. “RAPBD Perubahan ini yang terjadi perubahan adalah pada komponen pendapatan, belanja maupun pembiayaan,” terangnya.”Secara garis besarnya APBD Murni 2019 pendapatan daerahnya direncanakan sebesar Rp2.002.042.479.539,05 dan mengalami peningkatan sebesar Rp349.097.182.874,05. Atau 21,12 persen dari sebelumnya sebesar Rp1.652.945.296.665,00,” sambungnya.Budi menambahkan, untuk mendanai urusan pemerintah yang menjadi kewenangan pemerintah daerah sebesar Rp 2.018.103.028.242,05 bertambah sebesar Rp 301.895.517.770.17 atau 17,59 persen dari semula sebesar Rp 1.716.207.510.471,88.”Angka itu terdiri dari belanja tidak langsung. Seperti belanja pegawai 790.273.103.275,00 atau 4,27 persen, belanja bunga Rp 500.000.000,00 atau 78,07 persen, hibah Rp 62.240.062.500,00 atau 1,14 persen, dan lain sebagainya,” tambahnya.Terpisah, Perwakil Fraksi PKS DPRD Kota Tasik, Dede Muharam menuturkan, pihaknya menekankan kepada Pemkot agar lebih memaksimalkan dan mengoptimalkan penggalian Pendapatan Asli Daerah (PAD).”Karena banyak potensi PAD yang tidak tergali. Misalnya pajak rumah makan. Jumlahnya sangat banyak, tapi informasi yang kami dapatkan jumlahnya kecil. Kalau tak salah sangat jomplang antara rumah makan yang rajin bayar pajak dan tak pernah bayar pajak,” tuturnya.Jelas Dede, penggalian potensi dari pajak ini sudah berulang kali dilontarkan para wakil rakyat dalam setiap pembahasan anggaran.”Setiap pembahasan selalu kami bahas soal potensi yang tidak tergali ini. Tapi pemerintah seperti banyak kendala. Seperti tenaganya kurang,” jelasnya.(rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.