Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Padi Gogo Masih Belum Populer

29
0

PANGANDARAN – Varietas padi gogo ternyata belum begitu luas dikenal oleh masyarakat. Padahal varaietas tersebut bisa menjadi solusi saat musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Sutriaman mengatakan bahwa jenis padi tersebut bisa tumbuh di lahan yang kering.

”Jenis padi darat ini, belum begitu banyak digunakan di Pangandaran,” ujarnya kepada Radar, Jumat (4/10).

Menurut dia, bentuk padi varietas gogo dengan padi biasa tidak jauh berbeda, hanya saja berbeda dari ketahananya saja.

”Kalau rasa dan lain-lain pasti sama dan kalau dicampur dengan yang biasa juga hampir tidak akan ada perbedaan,” ungkapnya.

Pada umumnya, variates padi gogo sendiri hanya untuk konsumsi diri sendiri dan sedikit yang menjualnya. ”Masa tanam hingga panenya sekitar tiga bulanan, “ jelasnya.

Kebanyakan masyarakat Pangandaran menggunakan varietas padi inpago 8 dan 9. ”Kalau jenisnya memang banyak, tapi di kita paling banyak ya jenis inpago 8,” ujarnya.

Menurutnya, luas lahan sawah padi gogo terluas ada di Kecamatan Cimerak, luasanya hingga 200 Ha. ”Produksi padinya hingga 1.124 ton,” terangnya.

Kemudian yang terluas kedua ada di Pa­ngandaran dengan luas mencapai 70 hektare. ”Produksinya mencapai 406 ton, memang cukup lumayan,” tuturnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.