Jeje: Hanya Titipan Tapi Sulit Bayar

Pajak Hotel dan Restoran Masih Stagnan

123
0
BERBINCANG. Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Pangandaran H Adang Hadari berbincang di salah satu hotel Selasa (2/7).

PANGANDARAN – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran dari sektor pajak hotel dan restoran terus digenjot. Apalagi kesadaran pajak dari sektor hotel khususnya, masih terbilang minim.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan penerimaan PAD dari sektor pajak hingga Juni 2019 masih 21 persen dari target Rp 17 miliar.

”Kami sedang melakukan evaluasi mengenai penarikan pajak hotel dan restoran, karena ketaatan membayar pajak masih belum bagus, kita akan membuat langkah-langkah,” jelasnya kepada Radar,saat ditemui di salah satu hotel Selasa (2/7).

Menurut dia, pajak tersebut bisa dibilang hanya titipan dari tamu yang datang ke Pangandaran, seharusnya hotel dan restoran taat untuk membayar. ”Ya tamu-tamu yang menginap itu kan bayar pajak juga,” ujarnya.

Lanjut dia, capaian target dari pajak hotel memang mengalami stagnan dari mulai Februari hingga April 2019, karena kunjungan wisatawan yang menurun. ”Kalau untuk pajak restoran sudah mencapai 40 persen,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim Khusus Insentifikasi dan Ekstensifikasi Pajak Hotel dan Restoran Untung Saeful Rachman mengatakan para wajib pajak terkesan kurang maksimal dalam melaporkan pendapatan mereka.

”Maka dari hasil evaluasi tadi, untuk menangani masalah pajak ini akan ditangani oleh APH (Aparat Penegak Hukum) dan Pemda,” jelasnya.

Nantinya, tambah dia, akan dibuat sebuah tim pemeriksaan pajak hotel dan restoran yang terdiri dari APH dan Pemkab. ”Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah kita,” ucapnya.

Pihaknya berencana membuat sistem aplikasi yang dibuat khusus untuk menarik pajak hotel dan restoran. ”Bagaimana kita bisa mencari informasi data transaksi berbasis IT dan semua hotel wajib menggunakan,” tuturnya.

Pihak Pemkab Pangandaran pernah menggunakan sistem Tapping Box untuk merekam data transaksi di empat hotel berbeda, namun kerja sistem tersebut kurang maksimal. ”Karena aplikasinya milik hotel yang bekerjasama dengan konsultan,” jelasnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.