Pak Kiai Yang Terus Dirayu

225
0
KH Atam Rustam

TASIK – Nama KH Atam Rustam semakin nyaring menjelang perhelatan Pilkada Tasikmalaya 2020. Ibarat pria tampan, sosok Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya tersebut terus dirayu untuk bersedia manggung di pesta demokrasi lima tahunan itu.

Kala ini, dukungan bagi kiai yang juga merupakan Kepala Sekolah MAN 1 Tasikmalaya itu datang dari ormas Islam di Kabupaten Tasikmalaya. Mereka menilai sang kiai layak memimpin Kota Seribu Pesantren ini.

Dukungan ormas Islam terhadap kiai berumur 55 tahun itu bukan tanpa alasan, sebab Kiai Atam merupakan tokoh ulama sekaligus pengurus Pondok Pesantren KH Zaenal Musthafa.

Untuk itu, Selasa (26/11), perwakilan ormas Islam di Kabupaten Tasikmalaya seperti PCNU, Muhammadiyah, Persis dan PUI bersilaturahmi ke Kantor PCNU Kabupaten Tasikmalaya. Mereka membahas terkait isu kemanusiaan, agama serta politik.

Sekretaris PCNU Kabupaten Tasikmalaya Abdul Wahid mengatakan pertemuan silaturahmi antar pimpinan ormas Islam tersebut merupakan kegiatan rutin. “Kebetulan kesempatan silaturahmi kali ini dilaksanakan di kantor PCNU. Membahas soal isu kegamaan dan kemanusiaan lokal, nasional dan internasional. Termasuk mengagendakan pengajian bersama Desember nanti,” ungkap Wahid, kepada Radar, Selasa (26/11).

Namun, diakui Wahid, di samping pembahasan isu tentang keagamaan dan kemanusiaan. Juga sempat dibahas terkait munculnya nama Kiai Atam di Pilkada 2020. ”Mungkin karena pimpinan ormas Islam sudah mendengar informasi Kiai Atam banyak dikaitkan dengan Pilkada, secara spontan muncul support (dukungan, Red) dari pimpinan ormas Islam, jika memiliki keinginan maju di Pilkada. Maka Kiai Atam akan didukung,” ujar Wahid.

Ketua Persatuan Umat Islam (PUI) Kabupaten Tasikmalaya H Dedi Zulharman MAg mengaku mengetahui dan mendengar Kiai Atam banyak didorong maju di Pilkada 2020. “Kalau beliau (Kiai Atam, Red) punya niat, PUI akan support. Karena beliau merupakan representasi ormas Islam,” terangnya.

Hal sama dikatakan, Ketua Persatuan Islam (Persis) Kabupaten Tasikmalaya H Yuyu Wahyu STHi MM mengakui sudah mengetahui Kiai Atam banyak didorong maju di Pilkada. “Pada prinsipnya semua ormas Islam belum mengambil sikap. Karena harus dibicarakan di masing-masing internal. Tetapi, secara pribadi saya dukung dan respect terhadap Kiai Atam jika maju di Pilkada,” paparnya.

Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya Ustaz Cecep Iwan Ridwan STHi mengungkapkan apabila Kiai Atam maju di Pilkada 2020. Maka ormas Islam akan mendukung niatan tersebut. “Beliau (Kiai Atam, Red) figur yang low profile atau rendah hati, pengayom umat bagi masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, jelang Pilkada 2020 pemetaan pasangan calon bupati dan wakil bupati terus mengerucut. Kandidat yang sudah mendeklarasikan maju di pilkada makin bergerilya mencari pendamping. Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam menjadi primadona yang terus dirayu untuk menjadi pasangan mereka.

Kiai Atam pun mengaku banjir ajakan maju di Pilkada 2020, baik dari partai politik maupun bakal calon yang sudah menyatakan kesiapannya maju. “Sampai saat ini, belum ada greget untuk mencalonkan diri, adapun yang meminta untuk mencalonkan adalah mereka (partai politik dan kandidat, Red). Secara pribadi niatan maju belum ada, sampai saat ini, saya masih mengurus pesantren dan umat lewat NU,” ujarnya kepada Radar, Selasa (19/11).

Namun, dirinya tidak menutup diri jika ada pihak yang bersilaturahmi dan berkomunikasi dengannya. Termasuk dengan parpol dan bakal calon di Pilkada 2020. “Yang sudah datang seperti bakal calon Gerindra Azies Rismaya Mahpud (ARM), pengurus PAN, Demokrat, PKB termasuk bakal calon Iwan Saputra. Bahkan Iwan Saputra mengajak berpasangan maju di pilkada,” katanya.

Menanggapi berbagai ajakan tersebut, Kiai Atam pun mengembalikannya kepada restu para kiai sepuh di Kabupaten Tasikmalaya. Baik dari para ulama pesantren, NU dan lembaga agama lainnya. “Restu dari para kiai akan menjadi acuan dan pertimbangan. Banyak berita di media, wajar keinginan masyarakat dan itu sebagai dorongan,” pungkasnya. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.