Paket Narkoba Ditempel di Tiang Listrik

46

TASIK – Satuan Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengamankan lima tersangka pengedar dan pengguna narkoba jenis sabu, ganja serta pil psikotropika yang beroperasi di wilayah Kota Tasikmalaya. Operasi tersebut dilaksanakan sekitar dua pekan yakni 23 September- 2 Desember 2018.

“Dari lima tersangka yang diamankan beberapa perannya pengedar ada juga sebagai pengguna,” ungkap Wakapolres Tasikmalaya Kota Kompol Widi Setiawan dalam konferensi pers, Kamis (6/12).

Lima tersangka itu terdiri dari tiga jaringan pengedar. Yakni, YM alias Sules, DD alias Adong, AS alias Edo, RH dan RP. Pihaknya terus melakukan pendalaman, supaya mengetahui bandar yang mengotaki peredaran tersebut. “Beberapa diantaranya merupakan residivis pada kasus yang sama. Kami pun mengamankan sejumlah barang bukti 25 gram sabu, 1,5 gram ganja dan 57 butir pil golongan psikotropika,” rincinya.

Barang bukti yang diekspose, kata dia, dalam kondisi siap edar. Masing-masing dikemas dalam paket kecil. Tak luput sejumlah peralatan hisap sabu, serta alat komunikasi dan transaksi para tersangka. “Saat bertransaksi paket ditempel di tiang listrik, di pohon atau di lokasi yang telah ditentukan melalui komunikasi via telepon. Paket ditandai menggunakan bungkus kopi, balon ataupun bungkus rokok,” jelas dia.

Menurutnya, tersangka akan dijerat undang-undang Narkotika dengan pasal berbeda-beda. Ancamannya dari Pasal 111, 112 hingga 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Minimal kurungannya 4 sampai dengan 5 tahun. Sementara untuk Psikotropika itu Pasal 62 Undang-Undang Psikotrofika dengan kurungan minimal 4 tahun,” terang Widi.

Sementara itu, salah seorang tersangka AS mengaku mendapatkan barang haram dari Jakarta. Dia mendapatkannya dengan cara komunikasi, tanpa bertemu penjual langsung. “Saya ke Jakarta gak ketemu sama orangnya. Dapatnya ditempel juga dikasih peta,” singkatnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.