Palang Pintu KA di Garut Mulai Dipasang

204
0
PERESMIAN. Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jabar Ditjen Perkeretaapian Achyar Pasaribu bersama Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman dan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan palang pintu perlintasan KA Senin (20/5).

KADUNGORA – Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai memasang palang pintu perlintas kereta api di Jalan Rancasalak di Kampung Bangbayang Desa Rancasalak Kecamatan Kadungora Senin (20/5). Selain untuk persiapan arus mudik dan balik Lebaran, pemasangan palang pintu juga sebagai bagian dari gerakan nasional selamat di perlintasan kereta.

“Sekarang perlintasan kereta yang dipasang palang pintu ini ada 10 titik di Indonesia. Salah satunya di Garut,” kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jabar Ditjen Perkeretaapian Achyar Pasaribu. Pemasangan palang pintu ditargetkan selesai pada 27 Mei. Sehingga ketika datangnya musim mudik, perlintasan sudah bisa beroperasi.

Dia menerangkan pengoperasian palang pintu dilakukan secara manual. Dioperasikan oleh petugas di lokasi perlintas dengan panduan dari petugas stasiun melalui handy talky (HT). “Pengoperasinaya nanti menggunakan HT dan akan dibimbing oleh petugas dari stasiun sebelah (terdekat),” katanya.

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman menyambut baik pemasangan palang pintu di Bangbayan. Hal itu karena pemasangan palang pintu kereta api di Jalan Rancasalak sudah puluhan tahun didambakan warga dan pengguna jalan.

“Memang ini sudah lama didambakan, jadi kami menyambut baik sekali dengan adanya pemasangan palang pintu ini,” ujarnya usai peletakan batu pertama pembangunan palang pintu kereta api di Kampung Bangbayang Desa Rancasalak Kecamatan Kadungora kemarin.

Menurut dia, pembangunan perlintasan rel kereta api di Bangbayang sudah jauh-jauh hari diajukan kepada pemerintah pusat. “Alhamduliah sekarang dipasang setelah disetujui sama bapak menteri (Per­hubungan),” katanya.

Perlintasan rel Bangbayang, kata dia, merupakan perlintasan yang cukup padat. Hampir setiap harinya masyarakat melintas di perlintasan tanpa palang pintu itu. “Lalu lintasnya cukup padat, oleh warga sekitar juga ini kan mencakup dua kecamatan,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Garut Suherman menuturkan akan ada lima petugas yang bergantian menjaga pos palang pintu Bangbayang. Sebelumnya, lima petugas itu akan mendapat pelatihan terlebih dulu. “Targetnya sebelum arus mudik sudah aktif palang pintunya. Jadi petugasnya juga sudah harus siap,” ujarnya.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna menyebut pemasangan palang pintu tersebut sangat vital. Minimal bisa menanggulangi persoalaan kecelakaan yang sering terjadi. “Di arus mudik nanti, polisi dan TNI akan ikut menjaga palang pintu ini. Utamanya untuk antisipasi kecelakaan,” katanya.

Menurut Budi, masih ada delapan perlintasan sebidang yang masih belum memiliki palang pintu. Semuanya tersebar dari Kecamatan Kadungora sampai Cibatu. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.