Pamsimas Atasi Krisis Air Bersih

39
SARANA. Pejabat Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis meninjau pembangunan Pamsimas di Kecamatan Cikoneng, Rabu (10/7). Iman S Rahman / Radar Tasikmalaya

CIAMIS – Program nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) bisa menjadi solusi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis dalam menangani krisis air bersih di sejumlah daerah saat musim kemarau.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman H Tino Armyanto Lukman SST MM mewakili Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis menerangkan, pembangunan sarana air bersih itu bertujuan untuk menyelesaikan persoalan krisis air bersih di sejumlah permukiman warga. Tersedianya sarana itu akan mengubah kualitas kehidupan masyarakat sekitar dengan signifikan. “Terutama yang selama ini dihadapkan kepada persoalan kesulitan mendapatkan air bersih saat kemarau panjang, kini sudah bisa diatasi dengan Pamsimas tersebut,” kata Tino.

Saat ini, kata dia, di wilayah Desa Sindangsari dan Desa Nasol Kecamatan Cikoneng tengah dibangun sarana air bersih. Sarana itu membantu masyarakat yang kesulitan air bersih. Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mempergunakan dan merawatnya dengan baik. “Lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman akan memberikan suasana positif dalam kehidupan sosial masyarakat secara keseluruhan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, sektor pembangunan yang dilakukan DPRKPLH sejak 2018 sudah menunjukkan hasil positif dan dapat dirasakan manfaatnya. Misalnya, penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar terutama bagi masyarakat miskin.

Pada 2018, Pemkab Ciamis membangun sarana air bersih di 20 titik atau desa dari APBN dan APBD yang mencapai Rp 4.902.650.000. Rinciannya APBN sebesar Rp 3.920.000.000 dan APBD sebesar Rp 982.650.000. Adapun untuk 2019 berjumlah 21 titik atau desa dengan anggaran dari APBN Rp 3.675.000.000 dan ABPD Rp 1.715.000.000. Total anggaran Rp 5.490.000.000. “Kami berharap dengan pembangunan 21 titik sarana air bersih, masyarakat yang krisis atau kesulitan air bersih saat kemarau akan teratasi,” harapnya.

Ajat (35), warga Desa Nasol Kecamatan Cikoneng mengapresiasi pembangunan sarana air bersih. Dia berharap bantuan itu dapat menunjang kebutuhan air minum dan menciptakan pola hidup sehat masyarakat. “Saat musim kemarau saat ini saya bisa terbantu, karena tidak lagi kesulitan air bersih, karena sudah ada sarana air bersih,” kata dia. (isr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.