Panas Dingin Suhu Politik

48
0
Oleh Asep M Tamam

POLITIK adalah satu dunia yang teramat di­na­mis. Dari peri­laku politik di atas hingga ke ba­wah, bahkan hing­ga undang-undang politik, se­muanya ber­dinamika. Dina­mikanya tertata dari suhunya yang beragam; dingin, hangat, panas, hingga perang yang membara.

Di dalam perubahan suhu politik, terdapat elemen-elemen yang terlibat. Pelaku utama, pendamping, dan penggembira, semuanya terlibat dalam emosi yang beraduk. Metode, teknik, strategi, dan pendekatan berbaur dan berpadu dalam kontestasi berjenjang dari level terbawah hingga teratas.

Setiap jenjang kontestasi politik melahirkan ber­­bagai tipe karakter para pelaku, pendamping dan penggembira. Maka, muncullah negara­wan, ­politisi, avonturir, oportunis, hingga penguasa.

PERILAKU POLITIK

Setiap hari kita mengamati dunia politik yang begitu inklusif, bahkan perilaku politik para politisi sangat telanjang di depan mata kita. Umumnya kita, para pegiat media sosial khususnya, aktivitas politik kita masih belum beranjak. Kita masih berada pada titik level di bawah meskipun bukan yang terbawah.

Perilaku berpolitik di negara lain yang sudah maju dan sejahtera, masyarakatnya sudah berada pada level yang lebih baik. Jika di negara ini perilaku politik, terutama yang terhampar di media sosial dan setiap saat kita latah mengikutinya, masih dominan diramaikan oleh dua kubu yang saling “menjaili”. Keduanya masih berkutat pada suasana diskusi “syarah” dan bukan pada “teks inti”. Keduanya masih bermain-main di arena “simbol” dan bukan pada “substansi”. Keduanya masih berkutat pada diskusi seputar “cangkang” dan belum pada “buah”.

Di negara maju, perbincangan politik tak dominan pada tetek bengek, tapi berbicara pada substansi, bagaimana kemajuan yang dicapai bisa menyejahterakan, bagaimana level kehidupan masyarakat bisa bermutasi dari konsumen menjadi produsen, bagaimana langkah dihentakkan sehingga ada peningkatan dari karakter impor bertransformasi menjadi karakter ekspor, bagaimana sumber daya yang terbatas bisa menembus batas, bagaimana berpikir untuk mencipta dan kemudian diikuti, bukan latah mengikuti dan mengekor dari belakang.

PERTEMUAN DUA PELAKU UTAMA

Perilaku berpolitik warga masyarakat sebagai penggembira selalu berpedoman pada sandaran mereka, para pelaku politik dan pendampingnya di atas. Selama para pelaku politik di atas masih bermusuhan, saling menjatuhkan dan menikung, maka gambaran di bawah pun, para penggembira juga tak berbeda.

Peristiwa penting terjadi dua hari lalu. MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta mempertemukan Presiden Jokowi dengan rival sekaligus sahabatnya, Prabowo Subianto. Momen ketegangan sosial yang berlangsung beberapa lama cukup mengendur karena pertemuan ini. Hanya dengan sekali bertemu, perubahan pun terjadi.

Momen pertemuan seperti ini bisa memberi peningkatan kondisi politik tanah air. Politisi bertransformasi menjadi negarawan. Para pendamping di atas memahamkan dinamika politik sebagai seni dari berbagai kemungkinan. Politik mengajarkan perubahan sikap para pelaku politik bisa menjadi kunci perubahan perilaku politik di bawah. Rakyat di bawah sebagai penggembira, prajurit utama, pun mendapat momentum serupa.

Apa yang diajarkan para pelaku di atas, sebelumnya sungguh sa­ngat berpengaruh negatif ke bawah. Sikap merasa benar dan memosisikan lawan salah meng­akar ke bawah. Egoisme di atas membakar egoisme di bawah.

Maka, kondisi politik negeri sebetulnya diciptakan dari atas. Disulut dari atas mengakibatkan terbakar di bawah. Dinginnya suhu politik di atas berdampak dinginnya suhu politik di bawah.

Beruntungnya rakyat Indonesia yang memiliki para pemim­pin di atas, para pelaku utama politik yang memiliki jiwa kenegarawanan. Proses demok­rasi bisa menghadirkan panas dingin yang dikendalikan dari atas. Kedewasaan berpolitik menis­cayakan kepentingan tertinggi ada di bawah, bukan di atas. Kepentingan rakyat harus menjadi prioritas utama. Rakyat sebagai penggembira harus menjadi “segalanya”. Rakyat butuh suasana yang berbeda kini. Panas kemarin harus mendingin esok hari. (*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.