Panawangan Menjadi Zona Industri Besar, Gunung Sawal Diusulkan Menjadi Hutan Konservasi

1141
4
Dr H Herdiat Sunarya Bupati Ciamis
Loading...

CIAMIS – Pemerintah Kabupaten Ciamis sedang menyusun revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2019-2039. Dengan revisi RTRW tersebut, diharapkan investor akan menanamkan investasi di wilayah yang dipimpin Dr H Herdiat Sunarya ini.

Revisi RTRW, menurut Bupati Herdiat, akan memberi ruang masuknya investor di Kabupaten Ciamis. Apalagi, Ciamis masuk ke dalam rencana exit Tol Cigatas. Rencananya Tol Cigatas akan dibangun sampai Cilacap, Jateng.

Jika nanti pembangunan exit Tol Cigatas di Cisaga, maka, kata Herdiat, pihaknya akan membangun Cisaga. “Tapi kita sejauh ini belum diketahui di mana exit tol akan dibangun, tentunya diharapkan di kawasan sekitar exit tol bisa ada di Ciamis,” ujarnya Selasa (17/9) usai acara peresmian angkot AC.

Pengembangan wilayah yang juga masuk ke dalam revisi RTRW yaitu kawasan Panawangan. Kecamatan Panawangan yang berbatasan dengan Majalengka akan dijadikan kawasan industri besar. Pertimbangannya Panawangan dekat dengan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka.

“Tentunya harus ada konsep yang baru untuk kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Majalengka. Ke depannya, Kecamatan Panawangan jangan hanya jadi industri kecil. Bagaimana mau maju kalau masih begini saja, adanya Kertajati di Majalengka pasti berpengaruh ke Ciamis, utamanya Kecamatan Panawangan, tentunya harus menjadi peluang dalam peningkatan ekonomi di Kabupaten Ciamis,” kata orang nomor satu di Pemkab Ciamis ini.

Loading...

Tak hanya Panawangan, Pemkab Ciamis juga akan menyiapkan pengembangan kawasan lainnya yang berbatasan dengan Majalengka yaitu Sukamantri. Dia yakin dengan pengembangan wilayah di RTRW terbaru nanti, Sukamantri akan lebih maju dan berkembang, karena dekat dengan Bandara Internasional Kertajati.

“Akan menjadi peluang menumbuhkan perekonomian di Sukamantri dan Panawangan,” kata Herdiat.

Pemkab Ciamis pun menyiapkan Cijeungjing, Cisaga, Banjarsari, Cihaurbeuti, Sindangkasih dan Kecamatan Baregbeg untuk kawasan industri.

Tidak Tergesa-gesa, Akan Memakan Waktu

Penyusunan RTRW baru, kata Herdiat, tidak terburu dan tergesa-gesa. Karena penyusunan RTRW berdasarkan peluang masa yang akan datang. RTRW dibuat bukan untuk lima tahun, tapi untuk 20 tahun ke depan, sehingga penyusunan revisi RTRW harus disesuaikan dan dikondisikan dengan potensi perkembangan yang ada saat ini. “Tentunya, harus benar-benar merencanakannya dengan tepat agar kelak kita tidak akan terbelenggu dengan peraturan yang telah diputuskan,” ujarnya menjelaskan.

Apakah revisi RTRW berbasis peduli lingkungan? Herdiat menjelaskan saat ini pihaknya mengusulkan Gunung Sawal, Gunung Geger Bentang dan Gunung Madati berubah dari hutan produksi menjadi hutan konservasi. Karena pemerintah sangat menyadari akan pentingnya penghijauan dan serapan air. Saat ini, sangat dirasakan ketika musim kemarau sudah banyak masyarakat yang kesulitan air bersih. “Tentunya fungsi hutan konservasi ini dampaknya bagus dan baik menjaga alam, bahkan manfaat alih fungsi hutan produksi menjadi hutan konservasi itu akan dirasakan ke depannya. Makanya harus bisa terwujud hutan konservasi karena sangat baik, keberlangsungan alam yang baik,” ujarnya membeberkan.

Dengan perubahan-perubahan itu, kata dia, penyusunan RTRW baru akan sedikit lama, karena pembahasannya banyak. Termasuk pengalihfungsian hutan-hutan produksi menjadi hutan konservasi. “Kenapa lama? Karena dampaknya bukan untuk satu tahun atau dua tahun tetapi untuk puluhan tahun ke depan, maka pembahasan ini harus benar-benar matang. Saya sangat setuju bila di Ciamis hutannya jadi konservasi,” kata dia. (isr)

loading...

4 KOMENTAR

  1. Mantap luar biasa… Daerah rancah kok tidak tersinggung, padahal banyak jalan alternatif banjar cirebon, ciamis jawatengah dan masih banyak lagi

  2. isu lingkungan saat ini menjadi cocern dunia, oleh karena itu rencana ciamis berusaha pengalihan hutan produksi menjadi hutan konservasi merupakan upaya yang tepat. Dan tentunya harus tertuang dalam Perda yang disahkan dan juga persetujuan Kementrian LH dan Kemendagri.

  3. Kalo bisa jangan gunung sawal saja akan tetapi gunung MADATI/gunung bitung pun di ikut sertakan karena ekosistem nya sudah ruksak akibat petani kopi meraja lela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.