Pandemi Covid-19 di Kota Tasik Usai Lebaran, Begini Kata Kadinkes..

14365
1

KOTA TASIK – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya tak menemukan penambahan kasus positif usai Lebaran.

Hingga H+2 Lebaran atau Selasa (26/05), kasus pasien positif di Kota Tasikmalaya masih tercatat 47 orang. Jumlah itu masih sama dengan kondisi sebelum Idul Fitri.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, pihaknya sudah memprediksi bahwa fase puncak pandemi Covid-19 (corona) di Kota Tasik terjadi pada sepekan sebelum Lebaran.

Angka penambahan kasus pasien positif ketika itu melonjak cukup signifikan. Dalam sepekan, ditemukan 10 kasus baru di Kota Tasikmalaya.

“Kita sudah sampaikan, seminggu sebelum hari raya akan memasuki fase puncak di Kota Tasik. Sebab, mulai banyak yang mudik ke daerah, salah satunya Kota Tasik” katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (26/05).

Melihat grafik yang saat ini cenderung melandai, Uus berharap angka itu dapat dipertahankan.

Kendati demikian, ia terus mengimbau masyarakat agar terus menerapkan anjuran pemerintah, seperti jaga jarak (physical distancing) dan selalu mengenakan masker.

Pasalnya, menurut dia, penambahan kasus baru masih berpotensi terjadi. Apalagi saat ini masih dalam suasana Lebaran.

Kebiasaan halal bihalal dengan bersalam-salaman disebut sangat mungkin menjadi faktor yang menambah kasus positif Covid-19.

“Kebiasaan itu sudah berjalan puluhan tahun dan sudah menjadi tradisi. Tidak mudah untuk mengubah tradisi itu,” bebernya.

Sebab itu, meski menggelar halal hibalal, Uus meminta masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan.

Ia berharap, masyarakat dapat berdisiplin untuk memutus mata rantai Covid-19.

Sebelumnya, Wali Kota Tasik, Budi Budiman meminta warganya untuk terus menerapkan protokol kesehatan.

Bahkan, jika penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Tasikmalaya nantinya tak dilanjut.

PSBB di Kota Tasikmalaya sendiri masih akan berlaku hingga 29 Mei 2020.

“Meski nanti PSBB selesai, protokol kesehatan harus tetap dilakukan sampai vaksin ditemukan. Jadi kesadaran kolektif menjadi penting bagi kita semua,” katanya.

Budi meminta semua pihak untuk memahami anjuran pemerintah tersebut.

Sebab, menurut dia, hal itu demi kebaikan bersama agar pandemi Covid-19 dapat cepat teratasi.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Alhmdulillah ath…PSBB kota Tasikmalaya sudah mau selesai, tinggal PSBk( Pembatasan Social Bersekala kecil) supaya lebih afdhol, jadi semua masyarakat bisa kembali hidup normal… Termasuk jasa angkutan umum bisa beroperasi kembali, soalnya saya sebagai awak bus angkutan umum merasakan langsung dampak Dari covid 19 ini… Mudah2an harapan saya Dan semua masyarakat segera bisa terwujud… Amien

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.