Pandemi Covid-19, Kabupaten Tasik Hilang PAD Rp1,1 M dari Pariwisata

496
0

TASIK – Wabah Covid-19 ternyata sangat berdampak sekali terhadap pendapatan pemerintah dari sektor pariwisata.

Seperti yang dialami oleh pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang kehilangan Rp 1,1 miliar Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat ditutupnya seluruh objek wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya, Ir Safari Agustin MP mengatakan, target PAD Kabupaten Tasikmalaya dari sektor pariwisata di tahun 2020 ini awalnya Rp 1,7 miliar.

“Setelah adanya Covid-19, diubah atau direvisi turun menjadi Rp 600 juta target PAD wisata kita. Karena ada penutupan objek-objek wisata di seluruh Kabupaten Tasikmalaya dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” ungkap Safari, kepada Radar, Rabu (27/5).

Menurut dia, pemerintah daerah kehilangan dua pertiga PAD dari sektor wisata. Yang awalnya Rp1,7 juta targetnya turun menjadi Rp600 juta.

“Otomatis kita kehilangan dua pertiganya atau Rp1,1 miliar PAD. Karena semua objek wisata di kita seperti Galunggung, Pantai Sindangkerta-Cipatujah, Kampungnya, Karangtawulan, wisata religi Pamijahan dan wisata lainnya ditutup,” tegas dia.

Loading...

Biasanya, ungkap dia, pendapatan terbanyak di sektor wisata didapatkan saat momen masuk bulan suci ramadhan dan lebaran idul fitri.

Banyak pengunjung dari lokal, luar daerah dan nasional.

“Jadi sangat terdampak sekali terhadap PAD oleh Covid-19 ini. Selain itu juga terdampak sosial ekonomi masyarakat. Seperti para pedagang di objek wisata, penginapan, travel, jasa transportasi, UKM, produk kerajinan masyarakat, hasil pertanian dan lainnya,” kata dia.

Safari menambahkan, bahwa pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Kamis (28/5) akan berkomunikasi melalui video conference dengan pemerintah provinsi dan pusat, soal kapan waktu dibukanya objek wisata.

“Iya kami akan video conference soal kapan waktu dibukanya kembali objek wisata. Karena dalam surat edaran yang dibuat pemerintah, penutupan wisata sampai 29 Mei 2020. Jadi penentuannya hasil video conference nanti, mudah-mudahan bulan Juni sudah bisa dibuka kembali agar seluruh sektor perekonomian termasuk wisata normal kembali,” tambah dia.

(Diki Setiawan)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.