Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.8%

7.3%

69.8%

Pangandaran Ekspor Ikan King Kobia ke 2 Negara

133
0
PANEN.Nelayan melakukan panen ikan king cobia untuk ekspor ke Taiwan, Korea dan Jepang, Minggu (14/6).
PANEN.Nelayan melakukan panen ikan king cobia untuk ekspor ke Taiwan, Korea dan Jepang, Minggu (14/6).

PANGANDARAN – Kabupaten Pangandaran berhasil mengekspor jenis ikan king cobia ke Korea, Jepang dan Taiwan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran Bambang Suyodono kepada Radar, Minggu (14/6).

Kata Bambang, ikan jenis ini sangat terkenal dengan rasa dagingnya yang enak. Sehingga banyak masyarakat yang menyukainya, terlebih penduduk luar negeri. Selam ini ikan tersebut dibudidayakan di keramba apung dan dikelola oleh kelompok nelayan.

“Ini merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, ada 10 unit keramba yang dikelola, satunya berisi empat petak kolam,” jelasnya kepada wartawan, Minggu (14/6).

Baca Juga  : Pelaku Usaha Minta Syarat Wisata ke Pangandaran Dilonggarkan

Menurut dia, jenis ikan air payau tersebut juga bisa dimanfaatkan tulang dan kepalanya, di antaranya untuk kosmetik, tepung ikan dan minyak. “Nilainya cukup tinggi, satu kilogramnya dihargai Rp 50 ribu,” tuturnya.

Lanjut dia, satu ikan cobia konsumsi biasanya mencapai tiga kilogram dan lama budidayanya mencapai lima bulan.

“Dari pendederan benih ikan cobia sebesar dua centimeter bisa memakan waktu lima bulan hingga siap konsumsi dan saat ini kita mulai panen lagi di masa new normal,” tuturnya.

Sejauh ini, kata dia, ada tiga negara yang sudah meminta untuk diekspor ikan cobia, seperti Taiwan, Jepang dan Korea.

“Hasil budidaya di Pangandaran dalam satu kali pengiriman ikan king cobia mampu mengirim sebanyak 5-10 ton,” katanya.

Baca Juga  : Lagi, 2 Pemudik Asal Padaherang & Kalipucang Pangandaran Positif Corona

Menurut dia, pembudidayaan ikan cobia ini dilakukan di Pantai Timur untuk pakannya menggunakan ikan rucah (sisa).

“Jadi yang memberi makan dan merawatnya setiap hari adalah kelompok nelayan,” ucapnya.

Ia pun berencana untuk membangun sebuah storage atau gudang penyimpanan ikan agar kualitas ekspor ikan tersebut bisa terjaga.

“Ya nantinya restoran diuntungkan juga kalau ada gudang penyimpanan tersebut,” katanya.

Supri (40), pembudidaya ikan king cobia mengatakan peminat jenis ini cukup banyak dengan harga tinggi dan relatif stabil. Kelebihannya karena rasanya yang benar-benar lezat tidak kalah dengan ikan-ikan jenis ternama lainnya.

“Karena rasanya yang lezat, sehingga banyak yang memesan bahkan sampai ekspor,” ujarnya, menjelaskan. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.