Pangandaran Perketat Pemakaian Masker di Pasar, Siapkan 800 Rapid Test dan 2.000 Swab

184
0

PANGANDARAN – Hasil evaluasi pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Pangandaran akan memperketat pengawasan penggunaan alat pelindung diri (APD) saat bepergian ke luar rumah. Termasuk menyiapkan rapid test serta uji swab dengan cara sampling.

Hal itu dilakukan supaya masyarakat patuh terhadap anjuran dari pemerintah dalam mempercepat proses penanganan virus corona. Sehingga penyebaran di Pangandaran bisa benar-benar diminimalisasi dengan baik.

Maka dari itu, kerja sama masyarakat sangat dibutuhkan dalam penanganan pandemi Covid-19 ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan, tim gugus tugas saling gotong royong mengoptimalkan PSBB dalam penanganan virus corona.

Termasuk akan memperketat penggunaan APD, khususnya masker di tempat keramaian seperti pasar tradisional.

“Pasar Pangandaran, Parigi, Kalipucang, Padaherang dan Cijulang akan diberlakukan posko pemantauan kedisiplinan pemakaian masker dan melakukan rapid test secara sampling,” ujarnya, menjelaskan.

Baca Juga : Calon Pendamping Adang di Pilbup Pangandaran Belum Mengerucut

Jelas dia, posko pemantauan di pasar tradisional ini untuk merazia atau memberikan sanksi kepada masyarakat yang tidak memakai masker saat berada di pasar.

Kemudian sekarang sedang disiapkan untuk melakukan rapid test terhadap masyarakat di pasar secara sampling.

“Jadi kami akan fokus dan konsentrasi PSBB ke tempat-tempat yang paling banyak kerumunan, salah satunya pasar,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, akan semakin memaksimalkan pos penjagaan di perbatasan. Hal itu dilakukan untuk memperketat dan mengantisipasi gelombang pemudik yang semakin banyak jelang Idul Fitri.

“Isolasi khusus tetap terus dilakukan karantina selama 14 hari dan akan ditinjau ulang saat masa darurat BNPB tertanggal 29 Mei,” ujarnya.

Sampai saat ini, kata dia, jumlah pemudik yang melakukan isolasi khusus mencapai 863 orang dan tersebar di tiap-tiap desa yang sudah menyediakan tempat khusus.

“Semua pemudik di tempat isolasi sudah menjalankan protokol kesehatan untuk selalu menjaga kesehatannya,” katanya.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menjelaskan, pola PSBB telah dievaluasi dan semakin diefektifkan dalam menjaga penyebaran Covid-19.

Sejauh ini, masih ditemukan berbagai macam kelemahan pelaksanaan PSBB, seperti pengendara motor masih banyak yang berboncengan dan berkerumun serta tidak menggunakan masker.

Selanjutnya mesti transparansi data penerima baksos dari  terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dan non DTKS.

“Setelah mengevaluasi PSBB, saya sudah perintahkan seluruh SKPD yang mempunyai binaan di desa-desa untuk  mengoordinasikan dengan masyarakat. Minimal mengingatkan pakai masker bahwa saat ini kita sedang melakukan PSBB untuk menekan penyebaran virus corona,” ujarnya.

Nantinya, kata Jeje, selama penerapan PSBB bagi pengendara sepeda motor yang berboncengan akan mendapatkan sanksi.

Sedangkan setiap posko yang tersebar di desa-desa Kabupaten Pangandaran harus memampangkan penerima baksos saat pandemi Covid-19.

Kemudian, lanjut dia, dalam pelaksanaan PSBB ini pun sedang menyiapkan untuk melakukan rapid test di pasar tradisional atau tempat kerumunan dengan menyediakan 800 alat.

Selanjutnya menyediakan sekitar 2.000 uji swab untuk tenaga kesehatan agar mengetahui apakah ada yang terpapar Covid-19. (riz) 

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.