Pangandaran Sudah Diguncang 59 Kali Gempa

3518
0
radartasikmlaya.com

PANGANDARAN -Sejak tanggal 11 Januari hingga 28 September 2020, sudah terjadi 59 kali gempa di Kabupaten Pangandaran. Hal ini membuat BPBD memperkuat mitigasi bencana.

Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) Kabupaten Pangandaran, Ranta mengatakan, gempa yang berpusat di pangandaran itu rata-rata berlekuatan 3,5 Skala Richter (SR) dan yang paling besar adalah 5,3 SR.

“Yang paling besar terjadi pada 29 Juli 2020, pukul 03:42 WIB,” katanya kepada Radar, Selasa (29/09).

Kata dia, dari 59 kali gempa tersebut, tidak ada laporan kerusakan material seperti rumah atau bangunan yang lainya.

“Biasanya kalau sehabis gempa suka ada report langsung, terkait kerusakan ataupun adanya korban jiwa,” kata dia.

Akibat dari seringnya gempa yang terjadi sepanjang tahun ini, BPBD kini lebih waspada lagi, mitigasi bencana di masyarakat Pangandaran terus digencarkan.

Loading...

“Sosialisasi dan edukasi kesiapsiagaan bencana ini terus dilakukan, ke sekolah-sekolah hingga ke desa-desa,” ujarnya.

Menurutnya, yang paling dikhwatirkan adalah bencana gempa yang disusul oleh bencana Tsunami.

Untuk itu kesiapan prasarana juga perlu ditingkatkan.”Kita hanya punya 2 Early Warining System, padahal kita butuh setikanya 45 Early Warning System, karena idealnya setiap 2 kilometer jarak garis pantai, harus ada alat teesebut,” tuturnya.

Menurutnya, Early Warning System yang dimiliki awalnya ada 16 buah, namun sebanyak 14 buah mengalami kerusakan.

“Rusaknya karena berbagai dan hingga saat ini belum ada perbaikan,” jelasnya.

Selain itu rambu jalur evakuasi juga sangat diperlukan, dari 276 buah rambu sebanyak 149 mengalami kerusakan.

“Ada juga yang hilang, padahal kita butuh 581 lagi,” ucapnya.

Sementara itu Sekretaris BPBD Kabupaten Pangandaran Gunarto mengatakan bahwa kesiapsagaan bencana atau mitigasi bencana adalah hal yang harus dilakukan untuk saat ini, menyiapkan sarana dan prasarana.

“Apalagi setelah munculnya hasik riset dari ITB yang menyebutkan potensi Tsunami setinggi 20 meter itu, ya kita tidak boleh abai,” jelasnya.

(deni nurdiansah)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.