Pangandaran tak Perpanjang PSBB

422
0

PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten Pangandaran tidak memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun, tim gugus tugas mengalihkan untuk pengetatan wilayah dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menegaskan PSBB tidak diperpanjang. Namun kebijakan tersebut bukan sebagai pelonggaran, justru  menerapkan pengetatan wilayah.

“PSBB sudah tidak dipakai. Sekarang  kita pemberlakuannya pengetatan wilayah tapi seperti PSBB,” katanya kepada wartawan, Selasa (19/5).

Jadi, kata Jeje, pihaknya memberlakukan pengetatan wilayah dan PSBB sama-sama saja, tidak ada yang berubah. Skenario tersebut diputuskan pada waktu yang tepat untuk mempercepat penanggulangan pandemi Covid-19 di Kabupaten Pangandaran.

“Jadi pengetatan wilayah tersebut masyarakat harus disiplin menjalankan kegiatan di rumah saja, jaga jarak fisik, cuci tangan pakai sabun dan pakai masker apabila aktivitas keluar rumah,” ujarnya.

Baca Juga : Gempa di Pangandaran Bikin Kaget Warga Tasik

Sambung Jeje, ketika pengetatan wilayah Pangandaran berhasil dengan masyarakatnya dapat patuh anjuran dari pemerintah pusat dan daerah dengan baik.

Serta ketika Jabodetabek mengalami penurunan kasus terkonfirmasi Covid-19 maka akan memberikan kelonggaran pengetatan wilayah.

“Jika pertengahan Juni dari Jabodetabek terlihat normal (kasus Covid 19 menurun, Red) saya akan berani membuka kembali tempat sekolah untuk kegiatan belajar dan mengaktifkan kembali pariwisata,” katanya.

Kata dia, diharapkan masyarakat bisa merasakan kehidupan normal baru  dengan protokol kesehatan. Sehingga, sekarang harus disiplin dan tidak mengabaikan virus corona.

“Kalau semakin disiplin dan keadaannya normal tidak ada penyebaran Covid-19 saya akan merencanakan menghidupkan perekonomian masyarakat agar dapat pulih kembali,” ujarnya.

Di samping itu, kata dia, kebijakan pengetatan wilayah hasil pertimbangan dari klarifikasi gubernur tentang indeks produksi Covid-19 di Kabupaten Pangandaran berada pada level 4 atau zona merah yang salah.

Baca Juga : Bantuan JPS Pangandaran Tahap Kedua Disalurkan

Hal tersebut, terjadi karena mesin selama 12 hari menghitung dari pasien dalam pengawasan (PDP), karena Pangandaran nihil.

“Gubernur Jabar sudah menelepon saya untuk mengklarifikasi data yang salah (Pangandaran masuk level 4, Red). Hasilnya setelah dilakukan penelusuran Pangandaran masih zona masuk ke dalam daerah hijau,” katanya.

Camat Parigi Edih Saprudin menjelaskan, pihaknya selalu mendukung kebijakan pemerintah pusat dan daerah tentang percepatan penanganan Covid-19.

Ketika pengetatan wilayah kembali dimaksimalkan,  tidak mengendurkan isolasi khusus bagi pemudik yang pulang mendekati Idul Fitri 1441 Hijriah.

“Bagi pemudik jelang lebaran tetap harus menjalani isolasi khusus dan mereka dipastikan tidak bisa salat Idul Fitri dan lebaran bersama keluarga. Karena harus dikarantina selama 14 hari,” katanya. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.