PANGGUNG SANG PENYIHIR

15
0
BERLATIH. Para pemain Brasil mengikuti latihan jelang pertandingan pertama Copa America 2019 melawan Bolivia, kemarin.

SAO PAULO – Setelah 30 tahun, Copa America kembali ke Brasil. Tite dan pasukannya akan berusaha mempertahankan tradisi selalu berpesta di akhir turnamen setiap kali menjadi penyelenggara.

Tantangan pertama untuk mengulang sukses juara selaku tuan rumah pada 1919, 1922, 1949 dan 1989 itu akan hadir di Estadio do Morumbi, Sao Paulo, besok pagi. Ya, besok Brasil akan ditantang Bolivia di laga perdana Grup A yang sekaligus menandai dimulainya turnamen empat tahunan tersebut.

Tanpa Neymar yang cedera dalam laga uji coba jelang turnamen, Tite pastinya akan membutuhkan seorang pemimpin sekaligus predator di lini depan. Tidak salah kalau peran itu ditaruh di atas pundak seorang Philippe Coutinho.

Dari 23 anggota skuat Tim Samba di Copa America 2019 ini, playmaker berjuluk Penyihir Kecil itu merupakan pemain dengan catatan gol terbanyak kedua. Ia tercatat sudah melesakkan 14 gol dari 49 atau hanya terpaut dua gol di belakang Gabriel Jesus.

Coutinho yang diprediksi akan bermain bersama Richarlison dan Roberto Firmino di lini depan memang tidak menjalani musim bagus di Barcelona. Akan tetapi, ia jelas merupakan pemain paling berpengaruh dengan absennya Neymar dan dipastikan akan berusaha membuktikan kemampuannya kepada para peragunya.

Tite mengakui Neymar adalah kunci bagi timnya. Namun, ia menegaskan, peran Neymar bisa digantikan pemain seperti Coutinho hingga David Neres. “Dia sangat diperlukan untuk kualitas tim. Akan tetapi, tidak ada yang tak tergantikan di tempat atau posisi mana pun,” tegasnya di america.cgtn.

Bek Brasil, Thiago Silva, berharap Coutinho benar-benar bisa mengambil alih peran Neymar sebagai inspirator di Copa America ini. “Coutinho mengalami musim yang sulit di Barcelona. Di tim ini dia adalah referensi kami,” kata Silva di Goal.

Silva meminta Si Penyihir Kecil tidak melewatkan kesempatan ini. “Dalam dua pertandingan persahabatan yang kami mainkan, ia adalah pemain terbaik di lapangan. Kami membutuhkannya,” ujar pemain PSG tersebut.

Langsung berhadapan dengan favorit pertama turnamen, Pelatih Bolivia, Eduardo Villegas, mengakui sulitnya debut mereka. “Brasil memiliki pemain level tinggi. Kami akan menghadapinya dengan semua kapasitas, upaya dan karakter yang dimiliki tim,” tegasnya di La Razon.

Marcelo Martins Moreno menjadi tumpuan harapan Bolivia yang mengimbangi Brasil pada pertemuan terakhir di kualifikasi Piala Dunia 2018. Penyerang 31 tahun itu adalah top skor dalam skuat Bolivia dengan 17 gol. Hanya terpaut tiga gol dari top skor sepanjang masa, Joaquin Botero, striker Shijiazhuang Ever Bright itu jelas akan berusaha menjebol gawang Brasil. (amr/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.