Berkomitmen Jalankan Open Bidding Tidak Sekadar Formalitas

Pansel Selaras dengan Dewan

2

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIHIDEUNG – Tak hanya DPRD Kota Tasikmalaya yang menginginkan Seleksi Jabatan Tinggi Pratama (JPT) di Lingkungan Pemkot Tasikmalaya berjalan tak hanya sekadar formalitas.

Tim Panitia Seleksi (Pansel) pun berkomitmen menjalankan sebaik mungkin pada setiap tahapan tes.

”Open biding tidak akan sekadar formalitas, tetapi akan dilaksanakan secara formal,” ujar Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya yang juga Ketua Pansel JPT H Ivan Dicksan kepada Radar, Jumat (5/10).

Sekda berharap DPRD melalui Komisi I ikut memantau Pansel yang bakal menyeleksi lima pimpinan baru di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dipusipda), Dinas Pendidikan (Disdik) serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Kita juga berharap demikian, DPRD memonitor proses open bidding dalam menghasilkan pimpinan baru yang akan dipilih kepala daerah nantinya,” tutur dia.

Untuk itu, kata Ivan, Badan Kepegawaian, Pen­didikan dan Pela­tihan Daerah (BKPPD) diinstruksikan terus memberi informasi ber­kaitan seleksi tersebut kepada DPRD.

“Nanti BKPPD akan menginformasikan pelaksanaan tahapan-tahapan seleksinya,” tegas Ivan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Mutasi dan Kepangkatan BKPPD Kota Tasikmalaya Uwe, sampai Kamis (4/10) menyebutkan pihaknya belum menerima satu pun berkas lamaran dari para calon peserta, yang akan bersaing dalam mengisi kekosongan di lima instansi itu.

“Belum kita belum cek, sehubungan berkasnya dikirim lewat PO BOX mungkin perlu waktu,” ungkapnya.

DPRD Kota Tasikmalaya, sebelumnya, mengingatkan kepada Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk melaksanakan seleksi secara objektif.

Open bidding jabatan eselon II untuk mengisi kekosongan di lima organisasi perangkat daerah (OPD) ini tidak boleh hanya sekadar formalitas saja.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Agus Wahyudin menyatakan open bidding itu harus menghasilkan pimpinan aparatur sipil negara (ASN) berkualitas. Sehingga feedback-nya akan melahirkan program kedinasan yang baik.

“Harus sesuai harapan masyarakat, sebab ujungnya kan berpengaruh terhadap pelayanan,” ujarnya saat ditemui di Bale Kota, Kamis (4/10).

Di lingkungan Pemkot Tasikmalaya, banyak pejabat eselon III yang berpotensi mengisi kursi JPT Pratama di lima OPD. Agus pun berharap lima kursi eselon II itu bisa diisi oleh ASN lokal.

“Dari daftar urut kepangkatan, prestasi yang dimiliki ASN kita, potensi banyak. Diharapkan jangan kalah atau daerah lain yang menang di seleksi ini,” harap politisi PPP ini. (igi)

loading...