Pantai Barat Pangandaran Masih Tercemar Limbah

94
0

PANGANDARAN – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran berencana membangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal di Pantai Barat. Tujuannya, agar menampung dan mengolah berbagai limbah.

Kabid Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran Atikah mengatakan pengerjaan IPAL Komunal tersebut direncanakan mulai tahun 2020 mendatang.

”Anggarannya sudah disiapkan, sebesar Rp 500 juta dari APBD murni tahun 2020,” jelasnya kepada Radar saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/12).

Menurutnya, IPAL Komunal ini bisa menampung limbah industri, rumah tangga dan limbah-limbah hotel. ”Jadi nantinya akan ditampung, lalu diolah menjadi steril,” jelasnya.

Rencananya, IPAL tersebut akan dibangun di atas tanah milik Desa Pangandaran tepatnya dekat Pasar Wisata.


”Tapi itu baru sekadar rencana saja, bisa saja nanti dibangun di harim laut dekat Hotel Krisna,” katanya.

Iapun menargetkan pembuatan DED bisa selesai pada Mei mendatang dan pengerjaannya dimulai hingga November 2020.

”Mudah-mudahan terealisasi, sehingga pantai kita jadi lebih bersih dan tidak tercemar lagi,” ujarnya.

Atikah mengakui bahwa Pantai Pangandarna masih kerap tercemar limbah cair dari hotel atau rumahan, namun masih dalam tingkat ringan. ”Jadi masih bisa di atasi, tercemar memang masih tercemar,” jelasnya.

Pihaknya juga sudah meminta kepada hotel-hotel besar agar membuat sistem IPAL yang memenuhi standar.

”Beberapa memang sudah memiliki IPAL, tapi fungsinya itu belum memenuhi standar,” katanya.

(deni nurdiansah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.