Pantai Sayang Heulang Garut Mulai Dipadati Wisatawan

306
0
istimewa MULAI RAMAI. Wisatawan mengunjungi Pantai Sayang Heulang. Di masa Adaptasi Kebiasaan Baru, sejumlah objek wisata di Garut mulai banyak dikunjungi.

PAMEUNGPEUK – Sejumlah objek wisata di Kabupaten Garut mulai dipadati pengunjung di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Sejak empat pekan terakhir, wisatawan mulai menyerbu pantai di selatan Kabupaten Garut.

Pantai Sayang Heulang dan Pantai Santolo jadi yang paling banyak dikunjungi.

Baca juga : Pasien Positip Corona di Garut Tinggal 2 Orang

Herman (58), penyedia jasa penyewaan ban berenang mengaku dalam sebulan ini sudah bisa kembali tersenyum. Setelah wisatawan ramai datang ke Pantai Sayang Heulang di Kecamatan Pameungpeuk.

Selama hampir empat bulan, Herman kesulitan mencari uang. Hasil dari melaut juga tak bisa maksimal karena gelombang laut yang cukup tinggi.

“Alhamdulillah sudah empat minggu ramai terus. Sudah banyak lagi yang pakai jasa saya. Kemarin empat bulan cuma bisa diam. Paling sesekali cari ikan,” ujar warga Mancagahar Kecamatan Pameungpeuk ini Senin (29/6).

Menurutnya, pengunjung yang datang masih didominasi wisatawan lokal Garut.

Namun ada juga yang berasal dari luar daerah seperti, Bandung, Sukabumi, Cianjur dan Tasikmalaya.

Ramainya pengunjung selalu terjadi di akhir pekan. Jumlah wisatawan yang datang bisa mencapai ribuan orang.

“Kalau hari biasa, nggak terlalu ramai. Tapi ada yang datang untuk liburan,” terangnya.

Ia menilai pandemi Covid-19 sempat berdampak negatif untuk wisata di selatan Garut. Namun dampak positif juga terasa.

Pasalnya wisatawan yang datang terus bertambah setiap minggunya.

“Biasanya di libur lebaran saja yang ramainya. Itu juga paling seminggu. Sekarang kan bisa panjang liburnya. Apalagi anak sekolah masih belum masuk,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, Budi Gan Gan menyebut objek wisata di Garut mulai dipadati pengunjung.

Wisatawan lokal masih sangat mendominasi karena sudah bosan berada di rumah.

“Dengan adanya Covid ini, masyarakat yang biasanya liburan ke luar memilih untuk liburan di Garut. Pedagang juga sudah mulai bergeliat meski tidak seperti saat normal dulu,” ucapnya.

Objek wisata alam seperti gunung dan pantai jadi yang paling banyak dikunjungi.

Baca juga : Pasutri Warga Pangatikan Garut Dibacok & Disiram Air Keras oleh Mantan Ipar

Sejak dibukanya wisata pada 8 Juni 2020, objek wisata bisa kembali bergeliat dan roda perekonomian warga perlahan bisa kembali bangkit.

“Sekarang mereka sudah bisa dapat penghasilan lagi. Kami juga ingatkan untuk patuhi protokol kesehatannya. Pakai masker dan selalu cuci tangan,” paparnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.