Para Calon Direksi PDAM Tirta Sukapura Tasik Berjanji Manis

197
0
BADAN USAHA. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sukapura belum memiliki direksi definitif dan masih menunggu proses seleksi selesai. DIKI SETIAWAN / RADAR TASIMALAYA

SINGAPARNA – Para calon direksi PDAM Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya berjanji akan membawa BUMD ini menjadi lebih baik, termasuk meningkatkan kontribusi PAD bagi pemerintah daerah dalam menunjang pembangunan.

Calon Direksi PDAM Tirta Sukapura Mochamad Alie Firman mengaku mempunyai inovasi dan rencana kerja ketika terpilih kembali menjadi direksi periode selanjutnya.

Baca juga : Balon Bupati Tasik Wajib Hadir saat Pendaftaran, Kecuali Sakit

Di antaranya program penguasaan sumber air termasuk pengurusan izin-izin sumber air seperti Ciwulan. Selain itu pembelian sumber air milik masyarakat dan pengambilan atau pengeboran air tanah.

“Kalau kita hanya mengandalkan satu sumber mata air, ketika musim kemarau pastinya pengguna atau pelanggan air PDAM akan digilir untuk distribusinya. Maka dari itu harus dioptimalkan beberapa sumber air lainnya,” ujarnya kepada Radar, Selasa (1/9).

Kemudian, rencana kerja lainnya meneruskan penjajakan pengusulan bantuan program pengelolaan air kepada pemerintah pusat. Termasuk penanganan kebocoran pipa.

Loading...

“Kita bisa lakukan penerapan teknologi informasi. Termasuk membuat terobosan air dalam kemasan yang bisa kita manfaatkan dari debit sumber air yang ada,” jelas dia.

Kemudian, tambah dia, optimalisasi pemanfaatan kolam renang di Kompleks Olahraga Dadaha aset milik PDAM. Semua program kerja ini agar PDAM lebih berkembang baik dari sisi pelayanan pelanggan atau masyarakat maupun peningkatan PAD.

“Intinya kekurangan yang ada coba untuk diperbaiki dan lebih meningkatkan lagi pencapaian yang sudah PDAM lakukan selama ini,” tambah dia.

Calon Direksi PDAM Tirta Sukapura Enjang Hasanudin mengaku inovasi dan terobosan serta rencana kerja untuk kemajuan PDAM tentunya harus mengacu kepada latar belakang, dasar hukum, kerja sama stakeholder dan harapan baik pelanggan maupun masyarakat.

Melihat latar belakang pengelolaan air, terang Enjang, sudah barang tentu karena air adalah merupakan kebutuhan manusia nomor dua setelah udara, air hak asasi manusia maka di dalamnya negara harus hadir. Termasuk dalam Undang-Undang 1945 air untuk kehidupan warga negara Indonesia.

Kemudian dalam pengelolaan air juga, jelas dia, ada dasar hukum yang mengaturnya mulai dari UUD 1945, Peraturan Pemerintah (PP), Permendagri, Permenkes, Perbup dan lainnya. “Maka ketika melaksanakan tugas di PDAM harus mengacu kepada aturan yang ada, untuk perusahaan BUMD dan BUMN, terkecuali swasta, kalau tidak melakukannya tanpa dasar aturan, tidak akan mampu mengelola air dengan baik,” kata dia.

Maka dari itu, kata dia, dampak ketika PDAM dikelola sesuai dengan semangat latar belakang dan dasar hukum yang disebutkan, SDM direksi dan karyawan bisa meningkat, kualitas pelayanan terhadap masyarakat optimal dan perusahaan akan sehat.

Termasuk, jelas dia, bisnis plan atau rencana kerja PDAM ini harus disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan rencana pembangunan daerah lainnya.

“Jadi harus disesuaikan, tidak asal-asalan membuat program dan rencana kerja. Kita pun melaksanakan program kerja berdasarkan keinginan pelanggan dan masyarakat yang harus dilayani prima,” jelas dia.

Enjang pun mempunyai tujuan membawa PDAM menuju pengelolaan perusahaan yang amanah dan bersih untuk lahirnya perusahaan yang good government, salah satunya terwujud transparansi dan independensi.

“Tujuan akhir menjadikan PDAM sehat, meningkatkan cakupan pelayanan yang masih rendah pelayanan air minum di Kabupaten Tasikmalaya, baru 4,6 persen standarnya 60 persen. Insyaallah akan ditingkatkan 10 persen dengan investasi Rp 200 miliar, memanfaatkan dana dari pusat, pemda dan pendapatan,” ujarnya.

Peningkatan cakupan pelayanan tersebut, akan digenjot khususnya untuk di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Saat ini baru 10 kecamatan yang terlayani. Target 29 kecamatan lagi akan ditingkatkan agar bisa dilayani ibu kota kecamatan.

Dia pun akan memberikan standar pelayanan prima kepada pelanggan, meningkatkan kontribusi PAD untuk daerah, meningkatkan kesejahteraan dan profesional karyawan. Termasuk pengelolaan unit usaha kolam renang secara profesional dan punya standar internasional.

“Pembangunan unit air dalam kemasan (AMDK) dengan pengembangan termasuk pengembangan unit usaha mobil tangki air mandiri. Intinya visinya untuk terwujudnya pelayanan prima menuju PDAM mandiri dan berdaya saing,” tambah dia.

Calon Direksi PDAM Tirta Sukapura Anton Rahman Suryana mengungkapkan, bahwa ketika melihat kondisi PDAM Tirta Sukapura memang sudah dianggap sehat baik penilaian standar dari Kep-Mendagri maupun Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM).

“Dari penilaian BPPSPAM sendiri ada empat aspek yang dinilai, pertama aspek keuangan, operasional, pelayanan dan SDM. Termasuk dalam Kep-Mendagri selain aspek keuangan, operasional juga administrasi termasuk SDM. PDAM ini nilainya sudah bagus dan sehat,” ungkap dia.

Namun, kata Anton, yang akan diperbaiki dari keempat aspek indikator tersebut, kaitan cakupan pelayanan di PDAM yang masih dikatakan rendah, maka harus ditingkatkan. Termasuk kehilangan air akibat kebocoran harus diperbaiki ke depannya.

Baca juga : 7 Pengeroyok di Cikalong Tasik Diringkus Polisi

“Termasuk aspek pelayanan kaitan pertumbuhan pelanggan, masih rendah. Saya kira dari beberapa hal dari sekian indikator tersebut, kembali kepada kebijakan pihak pemilik modal atau pemerintah daerah,” terang dia.

Dari kelima calon direksi PDAM yang diwawancara hanya tiga memberikan pernyataan. Sedangkan dua kandidat lainnya, yakni Darwin dan Didin belum memberikan pernyataannya. (dik)

 

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.