Para Pejabat Pemkot Tasik Rakor di Sleman, Begini Kata Asep MP..

77
0
Jadi jangan khawatir, dan kami memang apresiatif adanya kekhawatiran dari kalangan mahasiswa dan pihak lainnya. Tentu dilaksanakan dengan protokol kesehatan,” katanya. H Asep Maman Permana MSi Kadiskominfo Kota Tasikmalaya
Loading...

BUNGURSARI – Rapat Koordinasi (Rakor) Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan, yang diselenggarakan Pemkot Tasikmalaya di Kabupaten Sleman. Sudah diagendakan dan direncanakan sejak jauh-jauh hari.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya, H Asep Maman Permana MSi menegaskan pihaknya juga mendapat undangan dari Bappelitbangda untuk ikut serta dalam kegiatan yang dihadiri seluruh kepala OPD serta bagian PEP dinas.

“Kegiatan ini sudah direncanakan sejak lama, maka ketika status Sleman Zona Merah itu di luar perkiraan dan juga rekan-rekan kami menginap di Yogyakarta di Slemannya hanya kegiatan itu saja,” tuturnya kepada Radar, Jumat (4/12).

Asep yang berhalangan hadir pada kegiatan rakor tersebut, menjelaskan para pejabat mengikuti rakor perencanaan sekaligus mengevaluasi kegiatan yang dilaksanakan selama Tahun 2020. Bukan kegiatan rekreasi atau lain sebagainya, melainkan acara kedinasan.

Baca juga : 9 Pengawas TPS Pilbup Tasik Positif Corona, 7 Diganti 2 Diisolasi

Loading...

“Jadi jangan khawatir, dan kami memang apresiatif adanya kekhawatiran dari kalangan mahasiswa dan pihak lainnya. Tentu dilaksanakan dengan protokol kesehatan,” katanya.

Terpisah, Koordinator Daerah Gerakan Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Kota Tasikmalaya, Miftah Farid menyayangkan perilaku pejabat Pemkot yang seolah tidak mengindahkan pandemi Covid-19.

Dimana rakor yang menjadi agenda inti dari kunjungan pejabat ke Kabupaten Sleman,  menerabas anjuran pemerintah sendiri terhadap warga. “Dimana masyarakat selama ini diimbau dan dianjurkan tidak bepergian ke zona merah,” keluhnya.

Fakta yang terjadi, kata dia, otomatis mengundang asumsi liar masyarakat. Mengingat apa yang dilakukan pejabat, terlihat bertolak belakang dengan apa yang disampaikan ke publik. Ia mempertanyakan urjensi kegiatan itu dihelat di luar kota. Melihat hotel-hotel atau fasilitas lain di dalam kota. Nampaknya mumpuni untuk menggelar kegiatan semacam rakor dengan menerapkan prosedur protokol kesehatan.

“Kita dengar, kegiatan itu sekaligus perpisahan 3 pensiunan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Memang harus seperti itu, diseremonialkan pakai anggaran daerah,” tanya Miftah.
Seharusnya ketika hal itu sudah terencana dari jauh-jauh hari, ditambah kondisi daerah tengah diterpa kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 secara signifikan. Pemkot bisa bermawas diri dan lebih konsen penanganan pandemi.

“Ketika baru tahu zona merah sementara kegiatan sudah dijadwalkan, kenapa tidak di-cancel saja. Kan penyelenggaranya OPD di Pemkot, bukan undangan dari provinsi atau pusat,” selorohnya.

Parahnya lagi, kata dia, kegiatan tersebut diikuti nyaris seluruh pimpinan OPD di lingkungan Pemkot. Apabila ada salah seorang yang terpapar, tentu berisiko terhadap sesama pegawai bahkan masyarakat umum.

“Masa tidak bisa diwakilkan. Kita dengar dilangsungkan juga dengan momen perpisahan beberapa pejabat yang pensiun. Ini saya rasa kurang patut dipertontonkan oleh pejabat,” kata dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.