Para Pelaku Pungli Jembatan Bailey di Cipatujah Tasik Tak Ditahan,Tapi..

1799
2
DIAMANKAN. Para pelaku pungli di Jembatan Bailey Cipatujah diamankan oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya, Sabtu (14/11). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA 

MANGUNREJA – Para pelaku pungutan liar (pungli) di Jembatan Bailey Cipatujah yang viral di media sosial akhirnya diamankan Satreskrim Polres Tasikmalaya, Sabtu (14/11).

Saat dimintai keterangan para pelaku mengaku melakukan pungli terhadap truk angkutan yang kelebihan membawa muatan barang agar bisa tetap melalui jembatan.

Aksi pungli tersebut memang dipicu karena belum rampungnya pembangunan jembatan permanen di Cipatujah yang sebelumnya ambruk akibat bencana banjir bandang tahun 2018 lalu.

Akhirnya, situasi ini dimanfaatkan oleh segelintir orang atau warga mencari keuntungan dengan cara meminta uang terhadap pengendara yang melintas.

Baca juga : MUI Kota Tasik Dukung RUU Minol, Tipiring tak Efektif

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno menjelaskan, para pelaku pungli diamankan bertahap Jumat (13/11) dan Sabtu (14/11).

“Terakhir kita amankan Encu Heryanto (38) yang aksi punglinya terekam dalam video yang viral di media sosial. Saat meminta uang kepada sopir truk, pelaku sempat bersembunyi di rumah mertuanya di Cipatujah,” katanya.

Bahkan, kata dia, pelaku saat diamankan dibawa oleh anggota Polsek Cipatujah bersama aparat desa setempat juga tokoh masyarakat. Jadi total yang diamankan ada enam orang bersama Encu.

“Lima orang pelaku pungli kita amankan Jumat (13/11), kemudian Encu menyusul diamankan Sabtu (14/11).Memang Encu ini pelaku pungli yang viral karena direkam oleh sopir truk meminta uang satu truk Rp 50.000,” terang dia.

Dia mengungkapkan bahwa aksi pungli yang dilakukan oleh para pelaku di Jembatan Bailey Cipatujah dilakukan tiga waktu. Pagi, siang dan malam dengan meminta uang terhadap pengendara yang melintas di jembatan tersebut.

“Barang bukti yang kita amankan dari para pelaku, selain video rekaman di media sosial, juga uang Rp 100 ribu satu lembar hasil daripada pungli,” jelas dia.

Dia menambahkan bahwa keenam pelaku pungli tidak ditahan. Melainkan diberikan sanksi pidana ringan mengingat barang bukti kurang dari Rp 200 ribu.

“Para pelaku kita minta untuk menandatangani dokumen perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan pungli yang dilakukannya dan jika mengulangi bersedia untuk dipidana,” katanya.

Salah satu pelaku pungli Encu (38) mengaku sudah lama melakukan pungli di Jembatan Bailey Cipatujah bersama warga lainnya dari mulai meminta Rp 10 ribu sampai Rp 50 ribu terhadap truk yang melintas.

“Iya pak saya minta uang itu atas kesepakatan harga bersama dengan pengusaha truk. Mintanya ada Rp 10, Rp 30 sampai Rp 50 ribu per satu truk. Uang punglinya dibagi rata sama rekan lainnya,” tutur dia.

Setelah diamankan kepolisian, dia bersama pelaku lainnya mengaku kapok tidak akan mengulangi aksi punglinya, karena takut dipenjara.

“Saya minta maaf jika meresahkan, minta maaf kepada pengendara yang saya minta uang,” katanya.

Pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa Cipatujah Romlan menambahkan bahwa pihak desa meminta maaf kepada pengendara atau masyarakat atas pungli yang dilakukan oleh warganya.

“Kami berharap agar pembangunan jembatan permanen di Cipatujah segera diselesaikan. Karena memang munculnya pungli bisa karena proses pembangunan jembatan yang belum selesai,” tutur dia.

Dia menambahkan, agar aksi pungli ini tidak terjadi kembali di Jembatan Bailey Cipatujah, pemerintah desa setempat akan menempatkan Linmas untuk mengatur lalu lintas. (dik)

loading...

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.