Para Petani Kelapa Diajak Berinvestasi

24
SIAP KERJASAMA. Agri Terra siap bekerjasama dengan Pemkab Pangandaran untuk membangun industri pengolahan kelapa sekaligus mengajak para petani untuk berinvestasi Kamis (14/2). (Deni Nurdiansah / radartasikmalaya.com)

PANGANDARAN – Para petani di Kabupaten Pangandaran ditawari kerjasama membangun bisnis industri pengolahan kelapa terpadu.

Nantinya industri tersebut akan dikendalikan (diinvestasi) oleh korporasi  milik koperasi petani. Tawaran tersebut datang dari salah satu NGO atau organisasi non pemerintah Agri Terra.

Penasehat Bisnis Agri Terra Tjandra Irawan mengatakan pihaknya bersama kementerian koperasiingin menawarkan petani berinvestasi atau masuk kedalam industri pengolahan kelapa.

Konsepnya, pabrik pengolahan tersebut dimiliki oleh para petani pemasok kelapa, “Jadi mereka juga bisa mendapat hasil pengolahan bukan hanya dari bahan mentahnya saja,” ungkapnya kepada Radar saat ditemui di  Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Kamis (14/2).

Menurutnya, investasi yang ditanamkan harus dengan skala besar, estimasi invstasi tersebut hingga Rp 140 miliar. “Ini sangat mungkin, dibagi dengan 7 ribu hektare kebun kelapa,” terangnya.

Target untuk produksi olahan buah kelapa di Pangandaran, kata dia, hingga 200 ribu butir per hari. “Untuk harga jual kelapa khusus dan ini harus disepakati oleh semuanya, karena bentuknya kan koperasi,“ katanya.

Petani yang ingin berinvestasi dalam usaha pabrik tersebut, lanjut dia, hanyalah dari kalangan petani saja. “Kalau investor non petani tidak bisa, tapi kalau dia mau meminjamkan uangnya ya boleh saja,” ungkapnya.

Pihaknya akan membantu untuk mencari pendanaan memulai industri tersebut, salah satunya dengan memanfaatkan program dari pemerintah. “Potensi di Pangandaran sangat bagus, tinggal kita memikirkan membuat produk apa dan dijual kemana,” ucapnya.

Ketua Produsen Mitra Kelapa (KPMK) Kabupaten Pangandaran Yohan Wijaya menyambut baik konsep pengelolaan  industri terpadu itu. “Kalau petani yang investasi, ini sangat baik,” tuturnya.

Ia berharap model industri tersebut bisa terwujud di Pangandaran dan para petani bisa diuntungkan. “Belum pernah ada industri seperti ini di indonesia, kalau diluar negeri sudah ada industri yang dimiliki kelompok petani,” paparnya. (den)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.