Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.9%

19.6%

8.2%

68.3%

Para Santri dari Luar Daerah Mulai Masuk Ponpes di Tasikmalaya

904
0

KABUPATEN TASIK – Para santri berasal dari luar daerah mulai masuk ke pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (12/06) siang.

Rombongan santri Pesantren Idrisiyyah yang berasal dari Bandung, Subang, Bogor, dan Serang, mulai berdatangan.

Rombongan santri itu datang dengan dijemput bus-bus yang disediakan oleh pihak pesantren.

Ketika berkunjung ke pesantren yang berlokasi di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, itu sekira 30 santri yang berasal dari Subang baru tiba.

Setelah turun dari bus, santri lainnya yang bertugas menjadi satgas Covid-19 memberikan hand sanitizer kepada santri yang baru datang.

Kemudian, para santri itu disuruh untuk berwudhu, untuk selanjutnya berkumpul di pos pemeriksaan yang telah disediakan.

Terdapat dua pos pemeriksaan yang didirikan di lingkungan Pesantren Idrisiyyah, untuk santriwan dan santriwati.

Di pos itu, para santri dicek suhu tubuhnya dan didata oleh satgas Covid-19. Lalu, para santri diarahkan menuju ruangan masing-masing.

Kepala Divisi Pendidikan Menengah Pesantren Idrisiyyah, ustaz Cecep Hidayatullah mengatakan, terdapat sekira 900 santri lama yang kembali ke pesantren.

Sebagian berasal dari sekitar Tasikmalaya dan sebagian lainnya berasal dari luar daerah, seperti Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera.

Pengembalian santri ke Pesantren Idrisiyyah dibagi menjadi tiga gelombang.

Gelombang pertama dikhususkan untuk santri yang berasal dari sekitar Tasikmalaya pada, Rabu (10/06) lalu.

Gelombang kedua khusus untuk santri dari sekitar wilayah Jawa Barat (Jabar) pada Jumat.

Gelombang terakhir akan kembali pada Sabtu (13/6), khusus untuk santri yang berasal dari Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, dan Sumatra.

Cecep menerangkan, pihak pesantren sengaja memfasilitasi kembalinya para santri, terutama dari luar Tasikmalaya, dengan menjemputnya menggunakan bus.

Hal itu untuk memudahkan santri kembali ke pesantren dan mengurangi risiko tertular Covid-19 selama dalam perjalanan.

Menurut dia, penjemputan untuk santri dari Jabar dan sekitarnya dilakukan di titik-titik tertentu di daerah asal santri.

Namun, ada juga santri yang dijemput langsung ke rumahnya.

Sementara itu santri yang berasal dari Sumatra, penjemputan akan dilakukan di Rajabasa, Lampung.

Sedangkan santri dari Jawa Tengah dan Jawa Timur umumnya diantar oleh keluarga, sebab jumlahnya tak terlalu banyak.

“Tapi ada juga santri yang tetap bertahan di pesantren, terutama yang dari Kalimantan dan wilayah luar pulau lain. Sebab mereka juga tidak bisa pulang kemarin karena sulitnya transportasi umum,” jelasnya.

Cecep menandaskan, pihaknya semaksimal mungkin menerapkan protokol kesehatan yang disyaratkan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya terkait kembalinya santri ke pondok pesantren.

Menurut dia, sejak dua pekan lalu pihaknya telah mengingatkan orang tua agar menjaga kesehatan santri dan menyuruh mereka tetap berdiam diri di rumah.

Santri yang akan kembali juga diminta memeriksa kesehatan ke puskesmas di lingkungannya masing-masing.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.