Para Siswa SMA/SMK di Garut Senang Belajar Tatap Muka

79
0
Ilustrasi siswa
Loading...

CIHURIP – Sejumlah sekolah di wilayah selatan Kabupaten Garut telah diizinkan menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka. Salah satunya adalah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 30 Garut di Kecamatan Cihurip.

Di sekolah itu para siswa telah masuk untuk menggelar KBM tatap muka seperti biasa. Para siswa terlihat antusias dalam mengikuti pelajaran diberikan oleh gurunya.

Salah seorang siswa kelas XI SMAN 30 Kabupaten Garut Silvani Nur Aini mengaku senang dapat kembali belajar di sekolah. Sebab, ia menilai pembelajaran yang dilakukan secara daring tak efektif. “Senang rasanya bisa masuk ke sekolah lagi,” kata Silvani kepada wartawan, Selasa (1/12).

Ia mengatakan materi pelajaran yang disampaikan lebih dapat dimengerti jika langsung diberikan oleh guru. Berbeda saat pembelajaran dilakukan secara daring. Banyak materi yang tak dimengerti olehnya.

Baca juga : DKP Garut Jaga Keamanan Pangan yang Beredar dengan Rapid Test

loading...

Alhasil, selama pembelajaran secara daring dia menjadi malas belajar. Sebab, banyak materi yang tidak dimengerti. “Kalau di sekolah kan ada guru. Jadi ada yang menerangkan pelajaran,” kata perempuan berusia 17 tahun itu.

Tak hanya Silvani yang merasa senang, Mutiara, teman sekelasnya juga bahagia bisa kembali belajar di sekolah setelah lebih dari enam bulan belajar secara daring. Menurut dia, materi yang disampaikan ketika belajar secara tatap muka lebih mudah dipahami dibandingkan belajar sendiri di rumah.

“Di sekolah juga bisa ketemu teman. Jadi mending di sekolah belajarnya,” terangnya.

Salah seorang guru SMAN 30 Garut Encep Mamay mengatakan sudah sejak Oktober 2020 sekolahnya kembali menggelar KBM tatap muka. SMAN 30 Kabupaten Garut telah mendapat izin menggelar KBM tatap muka dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan aparat Kecamatan Cihurip.

Menurut dia, seluruh syarat untuk kembali menggelar KBM tatap muka telah dipenuhi pihak sekolah. Mulai dari izin dari orang tua siswa hingga penyediaan sarana dan prasarana terkait protokol kesehatan, seperti menyediakan tempat cuci tangan, thermogun dan mengatur jarak meja siswa.

“Kita juga bagikan masker ke setiap siswa. Guru-guru di sini juga sudah menjalani tes swab,” kata dia.

Encep mengatakan pihak sekolah memang sejak lama ingin KBM tatap muka kembali bisa dilaksanakan. Sebab, ia menilai selama ini pembelajaran daring yang dilakukan sangat tidak efektif.

Alasannya, menurut dia, jangkauan sinyal internet di wilayah itu kurang bagus. Siswa pun terpaksa harus pergi ke tempat tertentu untuk mendapatkan sinyal internet yang baik.

Ia mengatakan Kecamatan Cihurip juga merupakan zona hijau di Kabupaten Garut. Para siswa SMAN 30 Kabupaten Garut juga rata-rata berasal dari satu wilayah itu. Artinya, potensi penularan Covid-19 tak terlalu tinggi.

Terkait penerapan protokol kesehatan di sekolah, Encep memastikan semuanya dilaksanakan, seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Dalam penerapan protokol kesehatan di sekolah ini selalu dipantau oleh aparat dari kecamatan. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.