PARAH.. 310 Rumah di Karangnunggal & Cipatujah Tasik Terendam Banjir

486
0
radartasikmalaya.com
Jalan tergenang banjir di Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal, akibat hujan intensitas tinggi. istimewa untuk radartasikmalaya.com

SINGAPARNA – Hujan deras yang mengguyur Senin (26/10) malam hingga Selasa (27/10) pagi, menyebabkan sebagian wilayah di Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal kembali terendam banjir.

Penyebabnya, karena sungai di bendungan Padawaras tak sanggup menampung debit air akibat hujan deras.

Akibatnya, air meluap dan merendam ke pemukiman rumah warga, sawah dan jalan kecamatan.

Ketua Forum Komunikasi (FK) Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya mengatakan, meluapnya bendungan Padawaras akibat hujan intensitas tinggi menyebabkan 310 rumah dan 60 hektar sawah di kampung Cikeruh Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal, terendam.

Menurut dia, selain menggenangi pemukiman warga di Kampung Cikeruh Desa Cikupa Kecamatan Karangnnunggal, banjir juga menggenangi pemukiman di Desa Ciandum dan Cikawungading Kecamatan Cipatujah.

“Sampai dengan pantauan saat ini air banjir sudah berangsur surut. Dan sudah bisa dilalui oleh kendaraan. Masyarakat pun sudah membersihkan kotoran akibat air yang masuk ke rumah,” terang Jembar, kepada Radar, Selasa (27/10).

Tagana sendiri, tambah dia, terus memberikan himbauan kepada masyarakat di lokasi yang terdampak banjir untuk tetap waspada mengingat intensitas hujan diprediksi akan turun deras beberapa hari kedepan.

“Kalau terjadi banjir kembali, segera masyarakat bisa menghubungi kami, Tagana bersama relawan bencana lainnya siap terjun ke lapangan untuk membantu warga,” jelas dia.

Kepala Dusun Cikeruh Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal, Aceng Yusuf menambahkan, banjir yang menggenangi pemukiman warga merupakan banjir terparah pada saat musim hujan tahun ini.

“Karena kondisi pendangkalan di bendungan Padawaras. Ketinggian air bahkan bisa mencapai dua meter. Jadi terbilang paling parah. Jadi banjir langganan kalau hujan besar turun,” tutur dia.

Dia menambahkan, memasuki siang hari air sudah berangsur surut dan akses jalan bisa kembali dilalui kendaraan dan masyarakat. Namun, area persawahan seluas 60 hektar masih tergenang air.

“Jalan Alhamdulilah sudah bisa dilalui karena sudah surut air banjirnya. Yang belum itu, air banjir yang menggenangi lahan persawahan milik masyarakat,” ungkap dia.

(diki setiawan)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.