Parkir Berlangganan di Ciamis Tetap Diberlakukan

47
0
PARKIR. Pemerintah Kabupaten Ciamis masih konsisten memperjuangkan direalisasikannya payung hukum parkir berlangganan, Rabu (20/1). IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA
Loading...

CIAMIS – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis H Bambang Hermansyah S Sos MSi mengatakan perda tentang retribusi parkir di tepi jalan atau berlangganan bukan ditolak, melainkan masih dalam proses konsultasi dengan Biro Hukum Provinsi Jawa Barat.

“Sebenarnnya ini sudah dievaluasi untuk ditetapkan perdanya. Bahkan kita ketahui  sudah ada nomor registernya dari provinsi (jadi tidak ditolak), namun ada beberapa catatan yang akan dikonsultasikan lebih lanjut ke Biro Hukum Provinsi Jawa Barat untuk pemantapan perda yang dimaksud,” ujarnya kepada Radar, Rabu (20/1) siang.

Memang, kata dia, ada catatan dari Pemprov Jabar soal parkir berlangganan. Karena, itu bukan merupakan urusan wajib, tapi pilihan. Karena yang namanya retribusi itu harus sesuai dengan jasa yang diberikan.

“Jadi itu yang dimaksud pemprov, bukan ditolak. Karena nomer registernya sudah keluar dari Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Selain itu, kata dia, terkait retribusi parkir pun sudah mulai disosialisasikan karena tidak akan lama lagi payung hukumnya disahkan. Misalnya, Dinas Perhubungan dalam waktu dekat ini akan melakukan MoU dengan Samsat terkait retribusi parkir disatukan dengan pajak kendaraan.

loading...

“Nantinya retribusi parkir berlangganan akan disatukan dengan pembayaran pajak kendaraan. Pastinya akan sosialisasi kepada masyarakat dulu bahwa di Ciamis ada parkir berlangganan. Memang  kalau keinginan pimpinan tentunya semua masyarakat ikut, karena jelas bisa menguntungkan masyarakat,” ujarnya.

Kata dia, manfaat parkir berlangganan ini sangat banyak, baik bagi masyarakat atau pemerintah daerah. Tentunya untuk masyarakat akan membuat kenyamanan dan keamanan. Kemudian, bagi pemerintah jelas akan mengoptimalkan PAD parkir.

“Kemudahan juga bagi masyarakat tidak usah bayar parkir setiap hari. Karena contohnya untuk sepeda motor harga berlangganan parkir Rp 20.000 per tahun, mobil kecil Rp 40.000 dan mobil besar Rp 60.000. Kalau bayar setiap hari kan jumlahnya bisa lebih besar dari itu,” ujarnya.

Baca juga : PPKMI Ciamis Kawal Data Penerima Insentif

Sejauh ini, kata dia, PAD parkir sebelum sistem berlangganan mencapai Rp 750 juta per tahun. Sementara jika sudah berlangganan dan semua masyarakat ikut, PAD sudah ditaksir mencapai angka Rp 7 miliar.

“PAD juga ini harus diingat ke depannya untuk pembangunan daerah,” katanya.

Terpisah, Ketua DPC Organda Kabupaten Ciamis H Dadang Rudayat SH mengatakan, apabila akan diberlakukan parkir berlangganan di Ciamis dan kalau substansinya untuk pelayanan kepada masyarakat, kemudian demi peningkatan PAD sangat setuju. “Jadi Organda tidak punya alasan untuk menolak hal itu dan sepakat,” terangnya.

Menurutnya, memang kondisi hari ini ketika masuk ke pasar tradisional dan belanja berbagai kebutuhan yang berbeda toko, pastinya akan mengeluarkan biaya parkir yang lebih besar. Karena setiap satu lokasi parkir harus bayar Rp 2.000.

“Jadi ketika beberapa lokasi bisa sangat mahal dalam satu hari untuk biaya parkir. Berbeda dengan parkir berlangganan yang jauh lebih murah dan dibayar per tahun,” ujarnya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.