Parkir Berlangganan Diterapkan 2020, Ditargetkan Pendapatan dari Parkir Bisa Naik 400%

86
0
Dr H Herdiat Sunarya Bupati Ciamis
Loading...

CIAMIS – Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM mengatakan regulasi tentang parkir ber­langganan masih digodok di DPRD. Rencananya 2020 Perda Parkir Berlangganan akan selesai. Setelah itu disosialisasikan dan diberlakukan.

“Dalam teknis dan lokasi pembayaran bisa nanti, yang terpenting dapat membuat Perda dulu. Kita sedang menggodok dengan DPRD. Setelah sepakati maka disosialisasikan dulu kepada masyarakat dan baru diimplementasikan awal tahun nanti (2020, Red),” kata dia kepada wartawan setelah menghadiri ulang tahun sekolah ke- 40 dan reuni akbar SMAN 1 Kawali, Sabtu (21/12).

Parkir berlangganan ini, menurutnya, suatu upaya untuk mendongkrak pendapatan (PAD) Kabupaten Ciamis.

“Ketika retribusi parkir kendaraan terkoordinir se­mua akan sangat membantu men­dongkrak PAD, yang intinya untuk kepentingan masyarakat,” ujar dia.

Ia berharap Perda Parkir Ber­langganan tahun 2020 selesai sehingga bisa lang­sung diberlakukan dan sekaligus sambil ber­jalan disosialisasikan ke­pada masyarakat. Nan­tinya menargetkan PAD dari sektor parkir bisa meng­hasilkan 300 persen sampai 400 persen.

“Ketika menambah PAD-nya kita bisa untuk kesejahteraan dan memberikan insentif kepada imam masjid, guru ngaji,” katanya.

Selain itu, Herdiat mengaku berupaya semua sektor pariwisata, budaya, olahraga, pendidikan kita kembangkan untuk menghasilkan PAD di Kabupaten Ciamis.

Loading...

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kabupaten Ciamis Oih Bur­hanudin menjelaskan pi­haknya menggodok Raperda Perparkiran.

Raperda Perparkiran me­rupakan perubahan Perda Nomor 13 tahun 2013. Perda ter­sebut juga hasil revisi dari Perda Nomor 13 tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum.

Raperda Per­parkiran yang baru bertujuan un­tuk menata lokasi parkir dan peningkatan sumber daya pelaku/petugas parkir, meningkatkan kualitas pelayanan parkir bagi pengguna jasa parkir, menciptakan ketertiban umum dan memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD).

“Dalam Raperda yang sedang dibahas ada penambahan pasal tentang parkir dengan menggunakan kartu langganan, yang mana parkir dibayar per tahun dengan jumlah pembayaran,” kata Oih kepada Radar Jumat (20/12) siang.

Mengenai teknis dan lokasi pem­bayaran, kata Oih, masih dikaji dan dibahas bersama Pemkab. Mudah-mudahan pembahasan ini bisa lebih cepat, mengingat pemda dan Bapemperda sepakat tentang peningkatan kualitas pelayanan parkir lebih ditingkatkan, sehingga menghadirkan suasana ketertiban dan kenyamanan.

Oih mengaku, ada juga potensi kenaikan PAD dari retribusi pelayanan parkir dan potensi peningkatannya sangat luar biasa.

“Tapi kami masih mengkalkulasi dan tentunya meng-input masukan-masukan dari pihak-pihak terkait, baik tukang parkir, akademisi atau berbagai kalangan masyarakat lainnya,” ujarnya yang menargetkan Raperda Perparkiran rampung 2020. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.