Parkir Naik, Pelayanan Harus Jadi Lebih Baik

132
0

CIHIDEUNG – Penerapan tarif baru parkir di sejumlah titik mendorong petugas pemungut parkir ekstra sabar. Sebab, sebagian pengendara masih belum mengetahui adanya perubahan aturan berkenaan tarif parkir yang digulirkan Pemkot.

Salah seorang pengguna parkir di Jalan HZ Mustofa Ririn Risdianti (28) mengatakan biasanya untuk kendaraan roda dua yang ia parkirkan, cukup membayar Rp 1.000 atau Rp 2.000 saja. Kini menjadi Rp 3000.

“Kaget juga kok sudah mahal saja. Kalau naik pelayanan diharapkan juga lebih baik,” tuturnya kepada Radar, Rabu (1/1).

Pengendara lain, Hanif Afriansyah (36) menuturkan hal serupa. Dia kaget dengan naiknya tarif parkir.

Tarif parkir kendaraan roda empat yang biasanya Rp 2.000 sekarang meningkat menjadi Rp 4.000. “Sudah ramai memang di media sosial, saya pikir tidak langsung naik hari ini. Tapi ya wajar sih di tengah harga-harga sedang naik, pajak daerah juga pasti naik salah satunya parkir,” kata dia.

“Ya semoga tarif baru, petugas juga lebih baik. Jangan ketika kita mau pergi baru kelihatan, pas kesulitan cari tempat parkir tidak ada,” ujar pengendara lainnya Asep Saepudin (45).

Salah seorang petugas parkir, Agus (43) mengaku perlu tenaga ekstra untuk tidak bosan memberikan penjelasan. Kepada sejumlah pengendara yang komplain dengan pemberlakuan tarif baru. “Harus terus menjelaskan, memang di plang dan spanduk yang dipasang di Jalan HZ Mustofa mungkin ada yang tidak melihat,” kata dia.

Menurutnya, target setoran petugas pun turut meningkat. Otomatis petugas harus mengimplementasikan perubahan tarif itu di lapangan. “Kan ada saja yang bilang cuma punya Rp 1.000 terus pergi saja, ada juga yang bilang mahal, padahal baru sebentar,” keluhnya.Berdasarkan Peraturan Wali Kota Tasikmalaya Nomor 51 Tahun 2019 tentang Perubahan Tarif Parkir, sepeda motor Rp 3.000,  mobil kecil Rp 4.000, mobil boks Rp 5.000 dan truk Rp 6.000. “Namanya juga baru, wajar saja memang kalau ada yang komplain. Tapi kami juga di lapangan dikejar target yang meningkat dari setoran biasanya,” sambungnya seraya enggan menjelaskan berapa nominal target yang dibebankan.

Terpisah, aktivis pemuda Tatan Surahman mengatakan sosialisasi tarif baru harusnya lebih masif. Sebab, wajar ketika masyarakat terkaget-kaget di tengah sejumlah harga kebutuhan menanjak naik belakangan ini.

“Aturan mainnya bagaimana? Apakah ketika parkir tanpa karcis, ketika hilang risiko ditanggung pemilik motor atau ketika pakai karcis dan terjadi hal tidak diinginkan pemerintah bertanggungjawab?” katanya memaparkan.

Ia menitipkan, ketika tarif parkir dinaikkan harus dibarengi dengan pelayanan yang maksimal. “Kita harap relevan cost yang dibayar masyarakat dengan jaminan keamanan plus pelayanannya,” ujar mantan aktivis HMI tersebut. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.