Parlemen Dikuasai Petahana

33
0
Loading...

JAKARTA – Bubarnya koalisi Indonesia Adil Makmur membuat peta politik perlahan mulai terbaca. Khususnya terkait peluang berpindah haluan. Sejauh ini, manuver paling sering muncul ke permukaan berasal dari Demokrat dan PAN meski enggan mengakui. Gerindra masih bimbang, dan PKS mengisyaratkan konsistensi tetap berada di luar pemerintahan.

Demokrat misalnya, sejak awal sudah melakukan gerakan yang menimbulkan kesan main dua kaki. Misalnya, survei internal yang menyebut mayoritas caleg Demokrat di Jatim mendukung paslon Joko Widodo-KH Maruf Amin. Ditambah lagi, pertemuan antara Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan Jokowi awal Mei lalu.

Gerakan main dua kaki itu tidak dibantah maupun diakui oleh Waketum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan saat dikonfirmasi, kemarin. Ditemui usai diskusi di bilangan Jakarta Pusat, Syarief menjelaskan pertemuan itu bertujuan sharing ide antara Partai Demokrat dengan Jokowi. di mana Partai Demokrat menyampaikan 14 programnya sebagai usulan kepada Jokowi.

Menurut Syarief, partainya berharap pemerintahan mendatang mau mengakomodir program prioritas dari Demokrat menjadi bagian program pemerintah. Apakah itu berarti Demokrat juga akan memasukkan orangnya ke internal pemerintahan, Syarief buru-buru mengelak. “Itu hak prerogatif presiden. Kami tidak bisa mencampuri atau meminta pandangan atau meminta jatah,” ucapnya, kemarin.

Sementara, di parlemen, Syarief memastikan Demokrat tetap berada di tengah. Apa yang dirasa baik akan didukung, dan bila dirasa tidak baik akan dikritisi. “Karena kami kan sudah berpengalaman 10 tahun, jadi kami tahu apakah program ini bermanfaat bagi rakyat, diharapkan rakyat atau tidak,” lanjut mantan menteri Koperasi dan UKM itu.

Partai tengah seperti PAN tampak masih malu-malu mengutarakan keinginan masuk koalisi pemerintah. Meskipun, hubungan PAN dengan Jokowi tidak buruk. PAN pernah menempatkan salah satu kader terbaiknya, Asman Abnur, sebagai Menteri PAN-RB di era pertama Jokowi. Belakangan, Asman mundur karena PAN mendukung Prabowo di Pemilu 2019.

Dalam sejumlah kesempatan beberapa waktu belakangan, Jokowi dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan tampil bersama di depan publik. Tentu dalam kapasitas sebagai Presiden dan Ketua MPR. Misalnya saat dua kali momen buka puasa bersama. Baik di Istana Negara maupun di rumah dinas Zulkifli. Juga saat open house di Istana Negara.

Loading...

Bahkan, momen pertemuan di Istana sempat menjadi sinyal b PAN mulai merapat ke Jokowi. Apalagi, Zulkifli salah satu pihak yang mendukung pertemuan Jokowi dan Prabowo pasca pemilu.

Sekjen PAN Eddy Soeparno menjelaskan sikap politik ke depan tidak bisa langsung disampaikan. Meskipun, opsi-opsi yang ada bisa dikatakan sudah terlihat. “Akan kami formalkan melalui forum rakernas,” terangnya. dalam rakernas yang akan berlangsung sekitar Julia tau Agustus mendatang itulah, PAN akan menentukan sikap politik.

Yang jelas, tambah Eddy, saat ini tidak ada pernyataan bahwa PAN akan bergabung ke kolaisi pemerintahan yang baru. “Tidak ada juga tawaran,” tambahnya. Sehingga, pihaknya memilih fokus mengkaji opsi-opsi yang ada di internal partai. agenda politik pan yang harus tetap berjalan adalah merealisasikan janji yang diucapkan saat pemilu.

Wakil Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra Hendarsam Marantoko mengakui di Internal partai Gerindra, ada perbedaan pendapat. Ada yang mengharuskan partai berlambang kepala Garuda itu masuk koalisi pemerintah, ada pula yang menolak dan tetap ingin berada di luar. “Tapi prinsipnya kami ingin kembali pada kepentingan partai Gerindra itu sendiri,” ujarnya. Karena itulah, pihaknya membuat forum komunikasi. Fungsinya untuk menyerap aspirasi.

Bagi Gerindra, kata dia, yang utama adalah kepentingan bangsa dan negara, juga konstituen. “Gerindra itu nyaman dengan posisi oposisi sebenarnya, jadi nggak ngiler-ngiler amat masuk koalisi (pemerintah),” lanjutnya.

Buktinya, pada pemilu kali ini Gerindra menjadi pemenang kedua dalam posisi sebagai oposisi. Hendarsam juga membantah ada deal-deal tertentu di parlemen. Sebab, komposisi pimpinan DPR juga sudah jelas karena menggunakan prinsip partai pemenang adalah ketua DPR. sementara, wakilnya adalah empat partai di urutan berikutnya. “Jadi nggak perlu deal pun pasti otomatis Gerindra akan dapat (wakil ketua DPR) sebagai partai pemenang kedua dalam pemilu ini,” tambahnya.

Bagaimana dengan PKS? Partai tersebut mengisyaratkan tetap berada di luar pemerintahan. “Saya lihat, kami cenderung memilih menjalankan fungsi penyeimbang bagi demokrasi yang ada,” terang Sekjen PKS Mustafa Kamal.

Konsistensi dalam perpolitikan di Indonesia itu diperlukan saat ini, terutama terhadap gagasannya Menurut Mustafa, bagi PKS tidak terlalu penting berada di dalam atau di luar pemerintahan. “Yang penting adalah bagaimana politik gagasan ini mengemuka di masyarakat serta mutu demokrasi meningkat,” tambahnya. Sudah saatnya politik Indonesia menjadi berkualitas dan substantif. Yang jelas, pihaknya tidak akan meniggalkan Gerindra dan Prabowo.

Bagaimana sikap parpol-parpol pendukung Jokowi, salah satunya terlontar dari anggota tim hukum Paslon 01 yang juga politikus PDIP Arteria Dahlan. Dia mengingatkan selama ini PDIP konsisten menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Jokowi. Arteria mengisyaratkan PDIP tidak mempermasalahkan bila Jokowi memutuskan menambah anggota koalisi.

Wasekjen PPP Achmad Baidowi mengatakan, wacana manyeberangnya partai politik usai pemilu sebagai hal yang lumrah. Namun demikian, perlu pertimbangan matang untuk menerimanya.

Dia menilai sebagai pihak yang dimasuki, TKN perlu melihat latar belakang partai yang ingin masuk. Termasuk konsistensinya dalam berpolitik. “Harus dilihat track record-nya. Koalisi itu permanen selama pemerintahan berjalan jangan dua kaki,” ujarnya saat dikonfirmasi. Meski demikian, politisi yang akrab disapa Awik itu tidak menyebutkan partai mana yang dimaksud. (tim/ful)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.