Amin dan Yoyoh, Pasangan Lansia yang Mengandalkan Bantuan Orang Lain

Pasangan Lansia Di Tawang Kota Tasik Tak Punya KIS, Makan Ala Kadarnya

24

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Amin (70) dan Yoyoh (53) tak mampu menghidupi dirinya sendiri. Warga Lengkong Kaler RT/RW 05/03 Kelurahan Lengkongsari Kecamatan Tawang ini mengandalkan bantuan dari pemerintah dan dermawan untuk sekadar mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Rangga Jatnika, Tawang

PASANGAN lanjut usia (lansia) itu tinggal di rumah tua. Bangunannya cukup kukuh. Namun mereka tidak punya penghasilan tetap. Amin, enam tahun lalu masih bisa mengayuh becak untuk mencari nafkah. Namun kini tidak lagi. Di usia renta sering sakit-sakitan.

Sedangkan, Yoyoh hanya mendapatkan upah bila ada warga yang meminta tenaganya untuk mencuci, buang sampah dan hal lainnya. “Kalau ada yang nyuruh ya saya kerjakan, kalau tidak ya diam saja,” terang Yoyoh kepada Radar, Rabu (7/11).

Upah serabutan tidak mencukupi, Yoyoh pun sangat bergantung pada bantuan pemerintah. Setiap bulan dia dapat bantuan 9 kg beras ditambah enam butir telur. Telur ini menjadi menu paling mewah untuknya. “Enam butir paling hanya cukup untuk dua atau tiga hari,” ungkap Yoyoh.

Setelah stok lauk-pauk dari pemerintah habis, Yoyoh hanya berharap bantuan orang lain dan anak-anak tirinya yang tinggal bertetangga. Walaupun tidak setiap hari. “Kalau enggak ada yang ngasih dan tidak ada uang ya makan sama apa saja. Sama garam atau sambal,” ujarnya.

Amin ingin kembali mengayuh becak untuk menunaikan tanggung jawabnya sebagai suami. Namun Yoyoh melarangnya. Karena takut malah mencelakakan diri dan penumpang. “Kan sering sakit kepalanya, kalau lagi narik becak kenapa-kenapa kan bahaya,” tutur Yoyoh.

Walaupun sebagai keluarga yang serba kesulitan, Yoyoh bukan penerima bantuan BPJS atau KIS. Sehingga ketika sakit hanya berobat ke mantri. Untuk ke rumah sakit mereka tidak berani. Karena biaya yang harus dikeluarkan akan mahal. “Enggak punya BPJS, mudah-mudahan gak harus ke rumah sakit,” tuturnya.

Tokoh pemuda setempat Dian Pertama menyebutkan Oyoh memang salah satu warga Lengkong yang kurang mampu. Sayangnya, dia belum bisa merasakan fasilitas kesehatan gratis dari pemerintah. “Mereka sudah usia lansia, sewajarnya dibantu pemerintah,” katanya.

Pemerintah harus melakukan evaluasi ter­kait sasaran dari program bantuan un­tuk masyarakat. Karena setiap bantuan pe­me­rintah banyak yang tidak tepat sa­saran dan membuat kecemburuan so­sial. “Supaya tidak salah sasaran, ha­rus melibatkan RT setempat,” tutur dia. (rga)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.