Pasar Di Kota Tasik Kemungkinan Dikelola UPTD

67

BUNGURSARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya berencana menyiapkan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) untuk mengelola pasar-pasar tradisional setelah Perusahaan Daerah (PD) Pasar Resik dibubarkan. UPTD ini akan berada di bahwa dinas teknis.

Pembentukan UPTD itu akan dimulai setelah Peraturan Daerah (Perda) tentang Pembubaran PD Pasar Resik diundangkan.

“Kepastiannya setelah perda-nya selesai akan ada rekomendasi seperti apa bagi eksekutif,” papar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan saat dihubungi Radar melalui sambungan telepon, Jumat (30/11).

Pemkot saat ini tengah menyiapkan tahap transisi supaya setelah pembubaran PD Pasar Resik segala hal yang berkaitan dengan perpindahan kewenangan sudah tersedia.

Adapun alokasi pesangon bagi karyawan PD Pasar Resik masih dihitung sesuai dengan keberadaan aset. “Panitia pembubaran perusahaan sudah dibentuk,” jelasnya.

Sementara itu, Panitia Khusus (Pansus) Raperda Pembubaran PD Pasar Resik akan memulai rapat pembahasan pekan depan. Pasalnya, hari-hari ini jadwal para legislator tengah padat.

“Kalau dari jadwal, pembahasan baru mulai minggu depan. Kita tunggu saja, sambil berjalan mengerjakan tugas-tugas kami yang lainnya,” terang anggota Pansus Raperda Pembubaran PD Pasar Resik Dede Muharam.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Tasikmalaya periode 2007-2012 H Syarif Hidayat angkat bicara terkait rencana pembubaran PD Pasar Resik. Sejak awal pendiriannya, BUMD bentukan Pemkot Tasikmalaya itu sudah mengalami kesulitan.

“Memang sejak dulu diakui kesulitan. Dirasakan itu retribusi sulit untuk dinaikkan, padahal untuk menjalankan pelayanan di sana perlu tenaga dan operasional,” ujarnya kepada Radar, Kamis (29/11).

Kehadiran PD Pasar Resik di 2011, kata dia, terbilang belum matang. Kemudian, saking euforianya, Badan Umum Milik Daerah (BUMD) tersebut merekrut pegawai terlalu banyak.

Meski kemudian dilakukan perampingan personel lantaran tidak seimbang antara biaya operasional dengan pendapatan.

“Saat itu memang kurang mature (matang, Red). Padahal belum dikaji berapa Penghasilan Asli Daerah (PAD) yang terpungut dari perusahaan itu, tetapi pegawai terlalu banyak,” jelasnya.

Ia menceritakan kesulitan manajemen PD Pasar Resik untuk menaikkan retribusi kepada pedagang. Padahal itu untuk meningkatkan pelayanan terhadap pedagang juga. Dia menilai menaikkan retribusi di pasar lebih sulit ketimbang menaikkan retribusi parkir.

“Di pasar memang sulit. Karena macam-macam mindset-nya. Kemudian tidak semua warga kota. Ada dari Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya dan lain-lain,” terang Syarif. (igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.