Pasar Kojengkang, Mambo Kuliner, Dadaha & CFD Ditutup Tapi Situ Gede Dibuka, Ini Kata Pltb Wali Kota Tasik..

111
0
Plt Wali Kota Tasik, HM Yusuf
Loading...

BUNGURSARI – Meski di masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) lanjutan aktivitas masyarakat mulai dilonggarkan. Pemkot menegaskan protokol kesehatan (prokes) agar diperhatikan seketat mungkin, termasuk dengan mengaktifkan satgas di lingkup masing-masing kegiatan usaha dalam memastikan pencegahan potensi penularan Covid-19.

Plt Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf menjelaskan di masa PPKM lanjutan yang efektif sampai 22 Februari mendatang, kegiatan usaha dan aktivitas masyarakat diperlonggar sampai pukul 21.00. Tapi, di setiap kegiatan usaha, harus memiliki satgas yang mengawasi secara internal berkenaan protokol kesehatan.

“Dilonggarkan sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri dan Provinsi Jawa Barat di masa PPKM ini, tetapi mohon prokes diperhatikan serius, apalagi saat ini ada klaster baru yang jumlahnya signifikan,” ujar Yusuf usai memimpin virtual meeting dengan camat se-Kota Tasikmalaya di Bale Kota Tasikmalaya, Senin (15/2/2021).

Baca juga : Yusuf: Aktivitas Pesantren di Kota Tasik Berlanjut, Prokes Harus Lebih Diperketat

Selama beberapa pekan terakhir, kata dia, kondisi fluktuasi kasus di Kota Resik terbilang landai. Namun, bukan berarti ancaman penyebaran Covid-19 sudah berakhir. “Maka kita tadi beri arahan camat-camat supaya satgas di setiap kelurahan diefektifkan dan optimalkan kembali. Mengeliminir kegiatan atau potensi penyebaran sampai level RT/RW,” tegas dia.

loading...

“Memang selama ini berjalan satgas kewilayahan itu, tetapi mungkin sudah cukup lelah dan jenuh setahun lebih hadapi pandemi, maka kita giatkan lagi kelurahan dan unsur masyarakat, untuk terus melaksanakan pencegahan di lingkungan masing-masing,” sambung Yusuf.

Menurut dia, pemerintah bukan pilih kasih membolehkan sejumlah aktivitas kembali berjalan efektif asalkan penuhi protokol kesehatan. Sementara aktivitas masyarakat berskala mingguan tetap dihentikan, dengan alasan sulitnya memastikan protokol kesehatan pada kegiatan itu diterapkan.

“Misalnya Pasar Kojengkang di Dadaha, alih-alih olahraga, kita lihat di sana itu menjadi tempat kerumunan. Termasuk Mambo Kuliner dan Car Free Day, kita tutup dulu. Bukan pilih kasih,” katanya menerangkan.

Di sisi lain, lanjut dia, tempat hiburan dan Objek Wisata Situ Gede dibuka tetapi kapasitasnya dibatasi. Pengunjung hanya bisa masuk ketika kurang dari 50 persen kapasitas yang ada di lokasi-lokasi tersebut.

“Kemudian satgas di sana harus bisa memastikan protokol kesehatan berjalan efektif. Kalau tidak mampu, mungkin bisa kita tutup lagi, termasuk tempat usaha-usaha lainnya, harus pastikan prokes efektif,” tegas Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya itu. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.