Pasar Pananjung Pangandaran Butuh Rp 62 Miliar

39

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten Pangandaran membutuhkan anggaran sebesar Rp 62 miliar untuk merevitalisasi Pasar Pananjung Pangandaran.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Koperasi UMKM dan Perdagangan (DPMPTSPKP) Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida, Detail Engineering Design (DED) revitalisasi pasar pananjung saat ini sedang disusun, nantinya para pedagang akan dikumpulkan dalam satu gedung. ”Jadi konsepnya seperti pasar induk, kalau DED-nya tahun ini. Insyaallah selesai,” ungkapnya kepada Radar, Selasa (16/10).

Gedung yang dibangun nanti, kata dia, akan dibangun dua tingkat dan ditunjang dengan berbagai fasilitas. ”Jadi tidak hanya kios pedagang saja, dilantai duanya bisa dibuat untuk tempat ngopi dan rekreasi,” tuturnya.

Anggaran yang dibutuhkan revitalisasi tersebut, menurut dia, mencapai Rp 62 miliar dan dipastikan baru terealisasi pada tahun 2020. ”Karena tahun 2019 Pangandaran masih terfokus pada pembangunan RSUD, sepertinya tahun 2020 baru bisa berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, perkiraan anggaran yang dibutuhkan, berdasar pada jumlah pedagang yang kini sudah terdata. “Total ada 1.117 pedagang yang eksis berjualan disana, jadi kita butuh anggaran besar untuk membangun kios.” terangnya.

Tedi mengaku masih kebingungan untuk mencari anggaran sebesar itu. Sebab bila mengandalkan bantuan dari pusat tidak akan sekaligus cair. ”Sementara kita butuh sampai puluhan miliar,” terangnya.

Dirinya tidak memungkiri bahwa kondisi Pasar Pananjung saat ini memang terlihat kumuh. Ditambah banyak jongko pedagang yang menggunakan atap dari terpal. ”Makanya kalau nanti gedung itu sudah jadi, para pedagang ini bisa ditata kembali dan Pasar Pananjung jadi kelihatan bersih,” ucapnya.(den)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.