Pasar Resik Tunggak Retribusi

35
Firgiawan / Radar Tasikmalaya PILAH SAMPAH. Petugas melakukan pemilahan sampah di salah satu tempat penyimpanan sampah di Pasar Induk Cikurubuk, Senin (14/1).

TAWANG – Menjelang dibubarkan, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Resik masih memiliki tunggakan retribusi pengangkutan sampah sekitar Rp400 juta ke Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Tasikmalaya.

Kepala Dinas LH Kota Tasikmalaya H Dudi Mulyadi menyebut dalam satu bulan, retribusi pengangkutan sampah dari seluruh pasar tradisional yang harus dibayar PD Pasar Resik mencapai Rp36 juta sampai dengan Rp40 juta. “Kita pelayanan itu mengangkut dari depo Pasar Cikurubuk serta di pasar-pasar tradisional lainnya. Sesuai perda itu menjadi kewajiban untuk ditarik retribusinya ketika sampah di titik TPS atau Depo diangkut ke TPA Ciangir,” ujarnya kepada Radar, Senin (14/1).

Dia merinci tagihan retribusi yang ditunggak PD Pasar Resik dimulai pada 2017 selama empat bulan. Kemudian selama satu tahun penuh di 2018 tidak ada pembayaran retribusi sampah. “Kita tidak bisa berasumsi alasan tidak dibayar seperti apa, sebab di tahun-tahun sebelumnya selalu bayar. Di 2018 tidak satu bulan pun membayar retribusi,” ungkapnya.

Pihaknya tidak akan menagih apabila pemungutan retribusi tersebut tidak diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah. Retribusi itu dibebankan bagi pihak yang mendapatkan pelayanan pengangkutan sampah, baik masyarakat umum maupun perusahaan. “Kami khawatir, ini terus menjadi temuan setiap tahunnya. Karena harus dibayarkan, kaitannya dengan implementasi dari amanat perda untuk menagih retribusi yang nantinya menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” papar Dudi.

Kepala Bidang Kebersihan DLH Kota Tasikmalaya Iwan Setiawan menambahkan pelayanan pengangkutan sampah di depo atau TPS yang berlokasi di pasar tradisional tetap berjalan. “Pelayanan tetap dilaksanakan meski terjadi tunggakan. Sebab, mau bagaimana ketika kondisi sampah dibiarkan menumpuk apalagi di pasar rakyat,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi Radar melalui sambungan telepon Direktur PD Pasar Resik Asep Safari Kusaeri menjelaskan sampah yang dihasilkan bukan dari pasar saja, tetapi ada dari masyarakat sekitar. “Nanti pembahasan di tim pembubaran pada masa transisi. Itu (retribusi sampah, Red) masuk dalam verifikasi keuangan,” singkatnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.