Pasien Covid-19 Difasilitasi Mencoblos dalam Pilkades Serentak di Ciamis

47
0
PERSIAPAN. Persiapan untuk Pilkades Serentak di Kabupaten Ciamis pada 19 Desember 2020 dilaksanakan di berbagai desa. Salah satunya, di Desa Panumbangan Kecamatan Panumbangan yang melakukan pelantikan KPPS.

CIAMIS – Pemerintah Kabupaten Ciamis telah memetakan pasien Covid-19 agar bisa mencoblos di Pilkades Serentak 2020 pada 19 Desember nanti.

Kepala Bidan Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis dr Eni Rochaeni menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pemetaan agar pasien Covid-19, yang mempunyai hak pilih, bisa mencoblos ke TPS.

Adapun sumber rujukannya yaitu Keputusan Bupati Nomor: 141/kpts/575-Huk/2020 tanggal 23 Nopember 2020 tentang Pembentukan Panitia Pilkades Serentak tahun 2020 di Kabupaten Ciamis serta hasil Rapat Persiapan Pilkades Serentak Tahun 2020 di Kabupaten Ciamis di Aula DPMD Kabupaten Ciamis pada tanggal 10 Desember 2020.

Di sana dijelaskan bahwa Dinas Kesehatan Ciamis dan puskesmas selaku panitia mengemban tugas pokok dan fungsi sebagai pengawas Penerapan Protokol Kesehatan pada tahapan Pilkades Serentak Tahun 2020.

Berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Ciamis tercatat ada 169 pemilih yang terkonfirmasi positif. Mereka tersebar di 100 TPS di beberapa kecamatan.

Baca juga : Khawatir Menular Saat Pilkades, Satgas Covid-19 Ciamis Diminta Siaga

“Berdasarkan hal tersebut puskesmas diharapkan melaksanakan langkah-langkah terkait pasien yang terkonfirmmasi positif Covid-19 yang akan melaksanakan pencoblosan,” papar Eni kepada Radar, Selasa sore (16/12).

Di hari H-1 atau sehari menjelang pelaksanaan Pilkades, kepala puskesmas harus melakukan koordinasl dengan ketua KPPS. Itu
untuk mengetahui pemilih yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dalam kesempatan itu juga ditanya apakah yang bersangkutan akan menggunakan hak pillh atau tidak.

“Kalau ’ya’, petugas kesehatan datang ke pemilih yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan menyerahkan APD berupa face shield, masker bedah dan sarung tangan. Kalau ’tidak’, pemilih membuat surat pernyataan yang isinya menerangkan tidak akan menggunakan hak pilihnya,” ujarnya.

Baca juga : Khawatir Menular Saat Pilkades, Satgas Covid-19 Ciamis Diminta Siaga

Berikutnya, pada hari pelaksanaan pencoblosan, pemilih yang terkonfimas positif Covid-19 dijemput oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan melaksanakan pencoblosan di TPS dengan urutan terakhir.

“Jadi poinnya itu yang harus dilakukan sesuai dengan keputusan bupati,” ujarnya memaparkan.

Eni mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengucilkan para pasien Covid-19. Toh terinfeksi Covid-19 bukan aib, namun harus diberikan motivasi sembuh dan berikan kasih sayang. Karena pasien Covid-19 perlu mendapatkan dorongan agar mereka bisa kembali sembuh.

“Kami juga imbau semua TPS akan melakukan upaya perketat protokol kesehatan. Harus ada cek suhu tubuh, hand sanitizer, memakai masker, cuci tangan serta pakai jarak,” ujarnya mengimbau.

Pengamat Sosial Politik Ciamis Endin Lidinillah MAg mengatakan beberapa kalangan dari eksekutif dan legislatif Ciamis memahami pasal 43 Perda Ciamis Nomor 1 Tahun 2015 sebagaimana telah diubah dengan Perda Ciamis Nomor 12 tahun 2017 secara tekstual.

Pasal tersebut menyatakan pemungutan suara dilakukan dengan memberikan suara melalui surat suara yang memuat nomor, foto dan nama calon pada TPS yang telah ditentukan.

Pemberian suara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bilik suara dengan cara mencoblos salah satu calon dalam surat suara.

“Berdasarkan teks pasal tersebut, beberapa pihak mengambil konklusi bahwa pencoblosan di luar TPS tidak punya dasar,” paparnya.

Kata Endin, kalau mau dilakukan pencoblosan di luar TPS, maka ketentuan dalam perda ini harus diubah terlebih dahulu.

Akibatnya pemilih yang positif Covid- 19 yang sedang dirawat di RSUD dan pemilih yang sedang melakukan isolasi mandiri terancam tidak bisa mencoblos, karena adanya kekhawatiran potensi penularan ketika mereka harus datang ke TPS.

“Saya berpendapat pengertian TPS itu jangan dimaknai secara sempit sebagai sebuah ruangan tempat mencoblos semata,” ujarnya.

Endin menyampaikan bahwa walaupun memang pada pasal 1 poin 18 Perda Ciamis Nomor 1 Tahun 2015 disebutkan tempat pemungutan suara selanjutnya disingkat TPS adalah tempat dilaksanakannya pemungutan suara.

TPS harus dimaknai sebagai tempat berkumpulnya panitia pemilihan, metode pemilihan, sarana prasarana dan jaminan kebebasan dan kerahasiaan dalam memilih. Pengertian inilah yang dipakai dalam UU Pemilu No 7 Tahun 2017 dan UU Pilkada Nomor 1 Tahun 2015.

Karena itu, kata dia, dalam Pilkada 2020 kemarin, pasien Covid -19 dan yang sedang melakukan isolasi bisa memberikan suaranya dengan cara panitia mendatangi mereka, bukan mereka mendatangi TPS. Padahal dalam dua UU tersebut dengan jelas disebutkan bahwa pemungutan suara dilakukan di TPS.

Namun kemudian memang persoalan tersebut diatur lebih detail dalam PKPU 72 tahun 2020, sehingga memberikan kejelasan pada panitia pemilihan maupun pemilih.

“Seharusnya pasal 43 Perda Ciamis Nomor 1 tahun 2015 di atas, diperinci lebih detail oleh Perbub Ciamis No 74 Tahun 2020 terkait dengan teknis memilih bagi pasien Covid atau yang sedang melakukan isolasi mandiri agar lebih memberikan kejelasan dan kepastian bagi semua pihak,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.