Pasien Covid-19 Klaster Pesantren di Garut Bertambah

25
0
Diskominfo MEMANTAU. Bupati Garut mendatangi salah satu pesantren di Kecamatan Bungbulang yang menjadi klaster penyebaran Covid-19. Dia memberikan bantuan sembako.
Loading...

BUNGBULANG – Kasus penyebaran Covid-19 klaster pondok pesantren di Kecamatan Bungbulang terus bertambah.Sampai Kamis (28/1), ada penambahan 17 kasus dari dua pesantren di Kecamatan Bungbulang.

Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, sampai Kamis malam (28/1), terjadi penambahan 148 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.Dari jumlah itu, 19 kasus di antaranya berasal dari Kecamatan Bungbulang.

“19 kasus baru dari Bungbulang itu berasal dari lingkungan pondok pesantren dan masyarakat. Ada dua pesantren yang santrinya terpapar Covid-19,” ujar Camat Bungbulang, Caca Rifai saat dihubungi wartawan, Jumat (29/1). Dari dua pesantren itu ada 17 kasus konfirmasi positif baru. Sementara masyarakat umum yang terpapar itu ada 2 orang. Total 19 di Kecamatan Bungbulang.

“Semua pasien positif Covid-19 semuanya tanpa gejala. Saat ini seluruh pasien sudah dibawa ke tempat isolasi yang disediakan pemerintah,” ujarnya.

Baca juga : 81 Nakes di Garut Terlatih Vaksinasi Covid-19

loading...

Caca menerangkan sebelumnya, di Pesantren Rajawali telah terdapat 42 santri yang terkonfirmasi positif. Dengan penambahan kasus yang terjadi pada Kamis kemarin, total santri di pesantren itu yang terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 48 orang. Sementara dari Pesantren Liunggunung, 11 orang yang terkonfirmasi positif merupakan santri.

“Jadi total kasus dari dua pesantren dan warga ini ada 59 orang. Untuk kegiatan di dua pesantren saat ini dihentikan sementara. Untuk santri yang negatif menjalani karantina di pesantren masing-masing,” terangnya.

Menurut dia, untuk kebutuhan hidup para santri, pihaknya akan memberikan jatah hidup (jadup). Namun, pihak kecamatan masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terkait jadup untuk santri yang menjalani isolasi di pesantren. “Saya akan berusaha mengajukan ke Satgas Covid-19 Kabupaten Garut,” terangnya.

Terkait penyebab penyebaran kasus Covid-19 di lingkungan pesantren, Caca mengatakan di Pesantren Rajawali sebelumnya ada santri yang baru kembali dari Bandung. Santri itu mengeluh sakit setelah dari rumahnya di Bandung. Diduga, Covid-19 di lingkungan pesantren itu berawal dari santri tersebut.

Sementara di lingkungan Pesantren Liunggunung, masih belum diketahui awal mula penyebaran Covid-19. “Soalnya di sana santrinya dari Garut semua,” terangnya.

Ia mengimbau seluruh pengelola pesantren di Kecamatan Bungbulang tak memperbolehkan para santrinya keluar-masuk tanpa alasan yang jelas. Ia juga meminta penerapan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan pesantren diperketat.

“Ada lagi pesantren besar di sini. Sudah saya kunjungi. Saya minta harus hati-hati, santri tak boleh keluar masuk pesantren,” paparnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.