Ikan Cupang Disinyalir Cegah Jentik Nyamuk

Pasien Demam Berdarah Belum Bisa Digratiskan

34
TUNJUKKAN. Warga di Perumahan Kota Baru Kecamatan Cibereum Kota Tasikmalaya menerima ikan cupang sebagai antisipasi jentik nyamuk DBD Jumat (8/2). UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Pemerintah Kota Tasikmalaya belum mengeluarkan kebijakan khusus untuk menyikapi maraknya penderita Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Cecep Z Kholis mengatakan sampai kemarin belum ada kebijakan khusus dari pemerintah terkait fenomena DBD. “Sementara ini belum ada kebijakan seperti itu (menggratiskan pasien DBD, Red),” ungkapnya kepada Radar, Jumat (8/2).

Untuk warga mis­kin yang terserang DBD, kata dia, bisa memanfaatkan pe­layanan Jaminan Kesehatan Warga Mis­kin Daerah (Jamkeskinda). Namun la­yanan tersebut tidak dikhususkan ba­gi penderita DBD saja.

“Bisa pakai Jamkeskinda, tapi itu bukan khusus DBD,” ujarnya.

Semnetara itu, jumlah penderita DBD di Kota Tasikmalaya terus bertambah, sampai kemarin tercatat virus tersebut menyerang 64 warga. Tapi sejauh ini tidak sampai ada korban yang meninggal. Dari beberapa pasien meninggal, kata Cecep, yang diduga karena DBD pun hasil laboratorium menunjukkan efek penyakit lain. “Sampai sekarang belum ada catatan yang meninggal karena penyakit DBD,” tuturnya.

Disinggung terkait meninggal warga Aboh Kelurahan Sukamulya Kecamatan Bungursari yang diduga akibat DBD, pihaknya mengaku sudah melakukan konfirmasi ke pihak RS Jasa Kartini bahwa Agus Suherlan mengalami gangguan fungsi hati. “Hasil pemeriksaan IgG dan IgM sebagai pertanda DBD hasilnya negatif,” katanya.

Ada pun formula baru yang dimiliki pemerintah dalam mencegah DBD tetap dengan melakukan fogging. Hanya saja tidak dengan asap biasa tapi menggunakan obat khusus yaitu Themepos. “Teknisnya tetap dengan melakukan fogging,” tuturnya.

Ketika ditanya bisakah DBD disembuhkan? Cecep menjelaskan sejauh ini memang belum ada obat khusus untuk menyembuhkan DBD. Namun penanganan medis yang dilakukan bisa meredakan gejala, memperkuat antibodi dan berefek pada kesembuhan. “Perlu ada pengobatan rutin, tapi tidak sampai seumur hidup, karena nanti ada fase sembuh juga,” pungkasnya.

BAGIKAN IKAN CUPANG

Sebanyak 1.200 ekor ikan cupang ditebar di Perumahan Kota Baru Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, Jumat (9/2). Hal ini untuk mengantisipasi munculnya jentik nyamuk Demam Berdarah Dengeu (DBD).

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Tasikmalaya serta Cimahi Beta Comunity.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Dr H Sarwono M Kes mengatakan Perumahan Kota Baru merupakan salah satu lokasi endemik jentik nyamuk DBD di Kota Tasikmalaya. “Maka kita tebar disini ikan cupang sebagai bentuk pencegahan,” katanya kepada wartawan.

Sebab, kata dia, dengan menabur ikan cupang di setiap rumah, baik kolam atau tempat lainnya disinyalir bisa mengurangi timbulnya jentik nyamuk DBD. ”Karena ikan cupang bisa memakan jentik nyamuk DBD,” tutur Sarwono.

Dipilihnya Perumahan Kota Baru, kata Sarwono, karena wilayah tersebut paling tinggi ditemukan DBD sebanyak 12 kasus. Meski pun belum dikatakan kejadian luar biasa (KLB). “Sejauh ini dari data terbaru di Kota Tasikmalaya sebanyak 64 orang warga terserang DBD,” paparnya.

Perwakilan Kantor Pusat Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Bandung Dedy Arif Hendriyanto mengungkapkan ikan cupang yang diberikan kepada masyarakat merupakan CSR dari Cimahi Beta Community.

“Memang awalnya pencegahan menggunakan ikan cupang ini di Cimahi, dan ada atensi dari Kota Tasikmalaya, sehingga kami bawa ikannya ke sini,” kata dia.

Menurutnya, ikan cupang tersebut, dari satu ekor bisa mengonsumsi sebanyak 80 jentik nyamuk dalam satu kali makan. Sehingga pencegahan jentik nyamuk DBD menggunakan ikan cupang ini dirasa cukup efektif. “Mudah-mudahan saja ini bisa diterima dan dimanfaatkan untuk pencegahan DBD oleh masyarakat,” jelasnya.

Warga setempat, Dewi (34) merasa terbantu untuk mengantisipasi wabah demam berdarah yang kini sedang menjadi fenomena. ”Mudah-mudahan lewat ikan cupang ini, bisa mengurangi DBD,” singkatnya. (rga/ujg)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.