Pasien Karantina di GBP Kota Banjar Merasa Dilecehkan, Ini Kata sang Petugas..

2931
1
Ani didampingi suaminya saat henak menjalani dikarantina di GBP Kota Banjar, beberapa waktu lalu. foto: cecep herdi/ radartasikmalaya.com

BANJAR – Menanggapi adanya pasien karantina Covid-19 di Gelora Banjar Patroman (GBP), saudari Ani, yang tersinggung dengan ujaran yang dianggap pelecehan, ditanggapi sang petugas.

Petugas karantina di GBP berinisial “RU” membantah melakukan pelecehan. Ungkapan “Bilih bade meser terong jeung bonteng kantun miwarang” (Jika pingin beli terung dan bonteng, tinggal nyuruh) yang ia utarakan itu hanya sebatas candaan.

Bahkan korban juga saat itu tidak merasa keberatan dan membalas candaan itu dengan tertawa.

Berita terkait : Diduga Lecehkan Pasien, Oknum Penjaga Gedung Karantina Covid-19 GBP Kota Banjar Akan Dipolisikan

“Ngalecehkeun naon, eta mah heureuy, banyol atuh menghibur supaya ada hiburan da karunya jenuh di karantina teh,” ujar RU.

“Pagi-pagi masuk ke ruang karantina. Biasa setiap hari juga sering nanya ngobrol bahkan nanya pakai bahasa cina ‘nihaoma’ da taunya itu, itu juga terjadi dua hari yang lalu. Tapi kenapa jadi ramai sekarang jadi dipermasalahkan,” sesal RU yang juga nampak keberatan karena niatnya menghibur dianggap sesuatu yang berlebihan.

Ia juga mengaku telah meminta maaf kepada yang bersangkutan secara langsung atas perkataannya yang dianggap menyinggung.

“Saya tidak ada tujuan lain, murni kontekna banyol menghibur” akunya.

(cecep herdi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.