Pasien PDP Corona dari Bayongbong Garut Sempat Kabur dari RSUD, Aparat Panik

379
1

BAYONGBONG – Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang sedang dirawat di ruang isolasi RSUD dr Slamet Garut kabur,  Sabtu malam (28/3).

Kaburnya pasien ini membuat aparat keamanan panik, dan berusaha mencari keberadaan pria berumur 20 tahun ini.

Baca juga : Garut tak Jadi Karantina Wilayah, Tapi Perketat Perbatasan

Setelah beberapa jam dicari,  akhirnya pasien tersebut berhasil ditemukan di rumahnya di wilayah Kecamatan Bayongbong.

Komandan Koramil Bayongbong, Kapten Infanteri Jaja mengatakan  warga yang PDP Covid-19 ini masuk ruang isolasi pada Sabtu siang (28/3) sekitar pukul 13.00. Warga ini dibawa oleh tim penanganan virus corona ke rumah sakit karena mengalami demam dan muntah-muntah usai pulang bekerja dari Bogor.

“Pas menjelang malam, sekitar magrib kita menerima informasi bahwa pasien tersebut kabur dari ruang isolasi,” ujarnya, Minggu (29/3).

Jaja menerangkan untuk saat ini, pasien PDP virus corona yang sempat kabur sudah dirawat kembali di ruang isolasi RSUD dr Slamet Garut.

Menurut dia,  berdasarkan informasi yang diterima, sebelum masuk rumh sakit,  pasien pada Kamis (26/3) datang ke Puskesmas Bayongbong untuk berobat karena mengalami demam, sakit tenggorokan, sesak nafas, lemah, nyeri otot, mual,nyeri abodemen, sakit menelan, dan susah makan. “Pasien ini juga sempat dirawat di puskesmas dan setelah itu dirujuk ke rumah sakit, karena gejalanya mirip corona, “ katanya.

Terkait aksi kaburnya pasien dari ruang isolasi, kata Jaja, pasien mengaku takut di ruang isolasi sehingga merencanakan aksi pelarian diri. Pasien saat itu di ruang isolasi, kepada petugas yang berjaga izin pergi ke toilet namun tidak pernah kembali lagi.

Dari informasi yang diterimanya, di ruang isolasi tersebut memang tidak terdapat toilet sehingga harus menuju toilet yang lokasinya cukup jauh dari ruang isolasi.

“Sebetulnya di rumah sakit juga orang tua pasien ini ada menunggu di luar, tapi pasien tetap kabur. Saat kabur ia mengaku menggunakan elf dan ojek untuk bisa sampai di rumahnya,” jelas dia.

Terpisah, Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky R Darajat membantah adanya pasien virus corona yang melarikan diri dari ruang isolasi.

Baca juga : Rusunawa Pemkab Garut Dipake Tempat Isolasi ODP Corona

Menurut dia,  pasien laki-laki berusia 20 tahun itu,  bukan kabur tetapi pulang ke rumahnya. Pasien juga belum tentu positif corona.  Pihaknya menetapkan sebagai PDP karena riwat perjalanan yang telah dilakukan pasien tersebut.

“Saat ini sudah di rumah sakit lagi.  Pasien juga punya penyakit penyerta,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Mau hadiah total sampai 1M 😱
    Buruan join di situsjadul.com dengan TCoin !
    Pendaftaran akan di buka hari ini tanggal 30 Maret 2020
    Atau ikuti babak kualifikasi untuk menangkan tiketnya !

    Untuk Info lebih lanjut silahkan Kunjungi roadto1billion.com
    Jangan lewatkan kesempatan menjadi Milyarder 😎

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.