Pasien Positif Covid-19 di Ciamis Tak Bisa Nyoblos di Pilkades

273
0

CIAMIS – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Ciamis menyikapi persoalan pasien Covid-19 untuk Pilkades Serentak Ciamis pada 19 Desember 2020. Sekretaris DPMPD Kabupaten Ciamis Dian Budiyana menjelaskan, Pilkades Serentak pada 19 Desember 2020 menggunakan protokol kesehatan. Tujuannya agar memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Pada intinya pasien Covid-19 tidak boleh milih, karena pemilihan Pilkades itu di TPS. Kalau yang dikarantina malahan ke TPS, malahan repot dan menyebar. Yang ada di sana malahan bubar,” ujarnya kepada Radar, Selasa (8/12).

Sesuai Peraturan Bupati tentang Pilkades Serentak, kata Dian, pencoblosan harus di TPS. Tidak bisa diantar-antar ke rumah.

“Meski yang OTG karena terpapar juga tidak boleh nyoblos di rumah,” kata dia mengungkapkan.

Jika masyarakat yang positif Covid-19 dan sudah masuk ke dalam daftar pemilih tetap, menurutnya, panitia akan mengetahuinya karena ada pemberitahuan dari Gugus Tugas.

Soal pelaksanaan protokol kesehatan untuk di TPS, kata Dian, sesuai Pemendagri No 72 tahun 2020 sebagai perubahan Pemendagri 112 tahun 2014 tentang pemilihan kepala desa. Dalam aturan tersebut disebutkan pelaksanaan Pilkades Serentak menerapkan protokol kesehatan. Di TPS harus ada tempat mencuci tangan, panitia dan calon pemilih harus memakai masker dan menjaga jarak. “Intinya harus diperketat,” kata dia.

Baca juga : Data Kebutuhan Pupuk Subsidi di Ciamis tak Akurat

Sebagai antisipasi penularan Covid-19, para calon kepala desa dihadirkan saat penghitungan suara. Mereka dilarang membawa massa dan hanya boleh membawa pendamping satu orang. “Hal itu dilakukan agar tidak banyak massa saat penghitungan. Harus menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, anggota DPRD Komisi A Ciamis Fraksi Demokrat Nur Muttaqin SHI menjelaskan sudah jelas di Perda No 7 tahun 2015 tidak ada larangan untuk tidak mencoblos, tetapi bagi yang sedang menjalani isolasi akibat Covoid-19 tidak diperbolehkan mencoblos, karena yang bisa mencoblos selama yang bisa datang ke TPS. “Jadi secara regulasi aturannya memang harus ke TPS,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Dekan Fakultas Hukum Universitas Galuh (Unigal) Kabupaten Ciamis H Dudung Mulyadi SH MH, menyampaikan di Perbub tentang Pilkades bahwa pencoblosan harus dilaksanakan di TPS. Seharusnya, kata dia, ada pengecualian bagi yang sakit parah atau pasien Covid-19. Mereka boleh memilih di rumah. Yang penting harus diatur itu masalah transparansi, saksi-saksi dan bisa dilaksanakan dengan jujur dan adil.

“Boleh kalau menurut saya. Kalau melindungi haknya daripada pasien Covid-19 datang ke TPS dikhawatirkan penularan Covid-19 tambah menyebar,” ujar Dudung.

Dudung menambahkan, memang dalam segi aturan, pemilih harus datang ke TPS untuk mencoblos. Itu kalau dalam keadaan normal. Tapi karena saat ini dalam masa pandemi Covid-19 tentunya pemilih bisa saja mencoblos di rumah. Untuk mereka ada pengecualian, karena yang harus diutamakan kan masalah keselamatan juga.

“Yang Covid-19 atau yang sakit parah harus dikecualikan nyoblos di rumah boleh, kalau memang mereka akan memberikan hak pilihnya, asalkan jujur dan adil saja,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.